Analisis Sensori Teh Hitam CTC Berdasarkan Hasil Sortasi Menggunakan Metode QDA di PTPN 1 Regional 5 Wonosari, Kabupaten Malang

Islamiyah, Nabila (2025) Analisis Sensori Teh Hitam CTC Berdasarkan Hasil Sortasi Menggunakan Metode QDA di PTPN 1 Regional 5 Wonosari, Kabupaten Malang. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (231kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (354kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (249kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Kegiatan magang merupakan kegiatan akademik yang diberikan oleh Politeknik Negeri Jember sebagai bekal bagi mahasiswa untuk menambah pengalaman dan wawasan mahasiswa di dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Kegitan Magang dilaksanakan di PTPN 1 Regional 5 Wonosari, Dusun Wonosari, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tujuan dari kegiatan magang untuk mengetahui kualitas dari teh hitam CTC dapat dilakukan pengujian secara deskriptif dengan metode QDA dan scoring. Analisis sensori melalui metode QDA dari seduhan teh hitam dilakukan dengamenggunakan kriteria mutu yaitu rasa pahit, rasa sepat, warna, aroma floral, aroma burned, dan aftertaste pahit. Sedangkan untu penilaian scoring mutu teh terdapat penilaian appearance, liquor dan infused leaf. Untuk hasil analisis sensori metode QDA disajikan dalam bentuk grafik spider web, sedangkan untuk penilaian scoring disajikan dalam bentuk histogram. Hasil analisis deskriptif kuantitatif atau QDA menunjukkan bahwa mutu peko dust (PD) memiliki rasa pahit paling tinggi diikuti dengan mutu dust 2 (D2) dan dust 1 (D1) dengan nilai masing-masing 3,16, 2,83 dan 2,5. Mutu dust 1 (D1) dan dust 2 (D2) memiliki nilai rasa sangat sepat paling tinggi dengan skor 3,5 dibandingkan dengan mutu yang lainnya yaitu broken peko (BP1), peko fann (PF1), peko dust (PD) dan fanning (Fann) dengan skor 2,6, 2,83, 3,16 dan 2,3. Semua jenis mutu tidak beraroma floral dan burned serta memiliki warna yang mengarah pada coklat muda hingga merah kecoklatan. Hasil penilaian scoring appearance menunjukkan bahwa semua jenis mutu teh hitam CTC memiliki kualitas sedang atau fair made dengan nilai skor 27, 26 dan 25. Penilaian scoring liquor menunjukkan bahawa semua jenis mutu memiliki kualitas sedang atau fairly good dengan nilai skor 22. Untuk penilaian scoring infused leaf, semua jenis mutu memiliki kualitas baik atau good dengan nilai skor 7.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorSuryanegara, Muhammad ArdiyansyahNIDN0020068703
Uncontrolled Keywords: Teh Hitam, Teh, Analisis Sensori, CTC, PTPN Wonosari, Metode QDA
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 161 - Teknologi Industri Pertanian (dan Agroteknologi)
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 162 - Teknologi Hasil Pertanian
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 165 - Teknologi Pangan dan Gizi
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 169 - Ilmu Pangan
Divisions: Jurusan Teknologi Pertanian > Prodi D3 Keteknikan Pertanian > PKL
Depositing User: Nabila Islamiyah
Date Deposited: 07 Jan 2026 03:37
Last Modified: 07 Jan 2026 03:37
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/49822

Actions (login required)

View Item View Item