Sofiana, Intan (2026) Pengaruh Variasi Daya Microwave Terhadap Minyak Atsiri Beluntas Menggunakan Metode Microwave Assisted Evaporation dan Assisted Hydro Distillation. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (155kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (178kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustakaa.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (194kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan minyak atsiri karena kekayaan sumber daya tanaman aromatik. Salah satu tanaman yang berpotensi namun belum banyak dimanfaatkan adalah beluntas (Pluchea indica L.). penelitian ini bertujuan menentukan metode pemekatan paling efektif serta menganalisis pengaruh variasi daya microwave terhadap produksi minyak atsiri beluntas. Tahap awal dilakukan maserasi daun beluntas menggunakan pelarut n-heksana selama 12 jam untuk melarutkan dan memaksimalkan pelepasan komponen minyak atsiri sebelum proses pemekatan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu perbandingan metode Microwave Assisted Evaporation (MAE) dan Microwave Assisted Hydro Distilation (MAHD) serta analisis variasi daya pada metode terbaik. Pada tahap pertama, kedua metode diuji menggunakan daya Medium Power (777,0 ± 0,192 Watt) selama 45 menit. Hasil menunjukkan bahwa MAE memberikan rendemen tinggi (2,92 ± 0,09%) dibandingkan MAHD (2,19 ± 0,285%) dengan perbedaan signifikan secara statistik (p < 0,05). Tahap kedua menggunakan MAE dengan tiga perlakuan daya, yaitu kontrol, Medium Low Power (761,5 ± 0,325 Watt), dan Medium Power (777,0 ± 0,192 Watt). rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan Medium Low Power (3,42 ± 0,26%), diikuti Medium Power (3,14 ± 0,23%), dan kontrol (1,59 ± 0,00%). Hasil GC-MS pada perlakuan kontrol terdapat 63 senyawa utama yang terdeteksi dalam minyak atsiri beluntas, sedangkan pada perlakuan MAE rendemen tertinggi terdapat 67 senyawa yang terdeteksi dengan dominasi senyawa utama paling banyak yaitu terpena, alkohol rantai panjang, fenilpropanoid, dan ester asam lemak bebas.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Minyak Atsiri Beluntas, Maserasi, MAE, MAHD, Variasi Daya Microwave, Rendemen, GC-MS | ||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 162 - Teknologi Hasil Pertanian 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 163 - Teknologi Pertanian 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 165 - Teknologi Pangan dan Gizi |
||||||
| Divisions: | Jurusan Teknologi Pertanian > Prodi D4 Teknologi Rekayasa Pangan > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Intan Sofiana | ||||||
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 08:46 | ||||||
| Last Modified: | 23 Apr 2026 08:46 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55557 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
