Analisis Perbedaan Ketinggian Tempat Pada Lahan Percobaan Budidaya Terhadap Bobot Panen Pada Tanaman Jagung Hibrida Di PT. Soebandi Raja Agriculture

Tegar Febrian, Febrian (2026) Analisis Perbedaan Ketinggian Tempat Pada Lahan Percobaan Budidaya Terhadap Bobot Panen Pada Tanaman Jagung Hibrida Di PT. Soebandi Raja Agriculture. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (115kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHU;UAN)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (192kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (146kB)
[img] Text (LAPORAN LENGKAP)
LAPORAN LENGKAP.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Praktek Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan di PT. Soebandi Raja Agriculture dengan unit processing SBR yang berlokasi di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar dan site production SBR yang berlokasi di Desa Dermosari, Keacamatan Tugu, dan Desa Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Praktek Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan selama 3 Bulan, dimulai pada tanggal 27 Februari hingga 2 Juni 2026. Selama pelaksanaan PKL, mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan produksi benih jagung hibrida, mulai dari survei lahan, pemetaan lahan (mapping), pengajuan sertifikasi benih, roguing, detasseling, male cutting, pra panen, panen, hingga penimbangan hasil panen. Selain memperoleh pengalaman teknis budidaya, mahasiswa juga melakukan pengamatan mengenai pengar   perbedaan ketinggian tempat terhadap hasil bobot panen tanaman jagung hibrida pada dua lokasi budidaya yang memiliki kondisi agroklimat berbeda. Berdasarkan hasil pengamatan dan keterlibatan langsung selama kegiatan Praktik Kerja Lapang Hasil pengamatan menunjukkan bahwa lahan di Desa Pogalan dengan ketinggian sekitar ±300 mdpl menghasilkan bobot panen sebesar 1.038 kg, lebih tinggi dibandingkan lahan di Desa Dermosari dengan ketinggian sekitar ±40 mdpl yang menghasilkan 851 kg, lebih efektif di dataran tinggi dalam mengahsilkan kuantitas bobot daripada hasil panen dibandingkan di lahan dataran rendah. Perbedaan tersebut diduga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pada masing-masing lokasi. Lahan dengan ketinggian lebih tinggi memiliki suhu yang lebih sejuk, kelembapan yang relatif lebih tinggi, serta kondisi lingkungan yang mendukung proses fotosintesis dan memperpanjang periode pengisian biji. Sebaliknya, suhu yang lebih tinggi pada dataran rendah menyebabkan laju respirasi tanaman meningkat sehingga akumulasi hasil fotosintesis ke dalam biji menjadi kurang optimal.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorAisyah, Mahindra Dewi NurNIDN0723059303
Uncontrolled Keywords: Tanaman Jagung Hibrida, Bobot Panen
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 162 - Teknologi Hasil Pertanian
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 166 - Teknologi Pasca Panen
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Teknik Produksi Tanaman Pangan > PKL
Depositing User: Iqbal Tegar Febrian
Date Deposited: 03 Sep 2026 04:01
Last Modified: 03 Sep 2026 04:01
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60162

Actions (login required)

View Item View Item