Musyaffa, Rasyadan Aufar (2026) Teknik Aplikasi Pestisida Organik Pada Budidaya Tanaman Kentang Di Cv. Petani Sayur Dataran Tinggi H. M Yusuf Joko Lesmono Batu, Malang. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (149kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (135kB) |
|
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (153kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap Magang.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi, termasuk di Desa Sumberbrantas, Kota Batu. Dalam upaya mengendalikan hama pada tanaman kentang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida anorganik, dilakukan penerapan pestisida organik biowasil berbahan dasar air dari beberapa ekstrak tanaman yang mengandung berbagai unsur senyawa aktif seperti saponin, flavonoid, dan tanin. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program magang di CV. Petani Sayur Dataran Tinggi H. M. Yusuf Joko Lesmono dengan tujuan mempelajari teknik aplikasi pestisida organik biowasil pada budidaya kentang serta mengamati pengaruhnya terhadap hasil tanaman. Kegiatan dilakukan melalui observasi, praktik lapang, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Budidaya kentang meliputi tahap persiapan bibit, pengolahan lahan, pembuatan bedengan, penanaman, pemupukan, pembumbunan, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen. Pada miniriset yang dilakukan, pestisida organik biowasil diaplikasikan pada umur 21 hari setelah tanam dengan dosis 2,5ml/l sebagai alternatif pengganti sebagian pestisida anorganik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pestisida organik biowasil yang dibandingkan dengan perlakuan kontrol pada parameter pengamatan jumlah umbi kentang, berat total umbi kentang dan diameter umbi kentang, perlakuan kontrol masih memberikan hasil yang lebih baik. Pestisida organik biowasil menghasilkan 48 umbi kentang dengan beart total 1,38 kg dan diameter umbi 2,93 cm. Rendahnya hasil produksi diduga dipengaruhi oleh tingginya curah hujan selama masa budidaya sehingga pembentukan dan perkembangan umbi tidak berlangsung secara optimal. Berdasarkan hasil miniriset yang dilakukan, penggunaan pestisida biowasil memiliki potensi sebagai input pertanian alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis karena mampu melindungi lingkungan dan menjaga kesehatan tanah dalam jangka Panjang yang mendukung pertanian berkelanjutan. Akan tetapi, aplikasi pestisida organik biowasil pada penelitian ini belum mampu meningkatkan hasil panen kentang secara signifikan dibandingkan metode budidaya yang digunakan petani. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan mengenai dosis, waktu, dan frekuensi aplikasi yang lebih tepat agar efektivitas pestisida organik biowasil dalam meningkatkan produktivitas kentang dapat lebih optimal.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 162 - Teknologi Hasil Pertanian 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 163 - Teknologi Pertanian 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 169 - Ilmu Pangan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Teknik Produksi Tanaman Pangan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Rasyadan Aufar Musyaffa | ||||||
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 00:35 | ||||||
| Last Modified: | 18 Aug 2026 00:36 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/59752 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
