Putri, Salsabila Septyani (2025) Manajemen Asuhan Gizi Klinik pada Pasien Calculus of Bile Duct with Cholangitis di Ruang Rawat Inap Pulau Halmahera 1 Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (152kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (209kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (192kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Calculus of Bile Duct with Cholangitis merupakan keadaan obstruksi duktus biliaris akibat batu yang disertai infeksi saluran empedu. Kondisi ini memicu peningkatan tekanan intraduktal, kolestasis, serta risiko sepsis sehingga membutuhkan penatalaksanaan medis dan gizi yang tepat. Laporan ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan Manajemen Asuhan Gizi Klinik (MAGK) pada pasien Ny. S, perempuan 49 tahun, yang dirawat di RSPAL dr. Ramelan Surabaya dengan keluhan mual, muntah, dan nyeri perut pasca operasi pengangkatan batu empedu. Proses asuhan gizi meliputi skrining menggunakan MST dengan skor 3 (malnutrisi), pengkajian antropometri menunjukkan IMT normal namun terdapat penurunan berat badan 26,1%. Pemeriksaan biokimia memperlihatkan adanya infeksi, gangguan fungsi hati, serta tanda kolestasis. Asupan makan pasien rendah akibat mual muntah, sehingga diberikan kombinasi asupan oral dan parenteral (Clinimix E15 1500 cc/24 jam). Diagnosis gizi yang ditegakkan adalah inadequate energy intake dan inadequate carbohydrate intake. Intervensi gizi berupa diet pasca bedah tekstur lunak dengan pembagian makan porsi kecil tapi sering serta edukasi rendah lemak. Monitoring tiga hari menunjukkan adanya peningkatan bertahap pada asupan energi dan protein meskipun masih dalam kategori defisit. Evaluasi fisik dan klinis menunjukkan perbaikan nyeri perut, mual muntah, stabilitas tanda vital, serta peningkatan toleransi makan. Keseluruhan proses menunjukkan bahwa asuhan gizi klinik berperan penting dalam mendukung pemulihan kondisi pasien pasca operasi saluran empedu dan mengoptimalkan status gizi selama perawatan.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Calculus of bile duct, cholangitis | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL | ||||||
| Depositing User: | Salsabila Septyani Putri | ||||||
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 06:13 | ||||||
| Last Modified: | 08 Jan 2026 06:14 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50174 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
