Butter Cookies Substitusi Tepung Ampas Kelapa Sebagai Makanan Selingan Sumber Serat

Wirandanu, Ghifta Aditya (2024) Butter Cookies Substitusi Tepung Ampas Kelapa Sebagai Makanan Selingan Sumber Serat. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Abstract)
ABSTRACT.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (142kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (165kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (191kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Skripsi Ghifta Aditya Wirandanu.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Laporan Riskesdas RI 2018 menunjukkan bahwa masih banyak warga Indonesia yang belum mencukupi asupan sayuran dan buah-buahan sebagai sumber serat, dengan sekitar 95,5% penduduk usia ≥5 tahun kurang mengonsumsi kedua jenis makanan tersebut. Kekurangan asupan serat ini dapat berkontribusi pada berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung koroner, hiperkolesterolemia, dan obesitas. Tepung ampas kelapa, yang kaya akan serat pangan, merupakan salah satu bahan pangan yang dapat dimanfaatkan untuk membuat butter cookies yang berfungsi sebagai makanan sumber serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan serat pangan, karakteristik organoleptik, mencari formulasi terbaik, menganalisis komposisi gizi, membandingkan dengan standar SNI Cookies, serta menentukan informasi nilai gizi butter cookies sebagai alternatif makanan sumber serat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam formulasi dan empat kali pengulangan, dengan variasi perbandingan tepung terigu dan tepung ampas kelapa: P1=9:1, P2=8:2, P3=7:3, P4=6:4, P5=5:5, dan P6=4:6. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kandungan serat pangan pada butter cookies di setiap formulasi, dengan nilai signifikansi (0,00) < (α=0,05). Formulasi terbaik terdapat pada P2 dengan perbandingan (8:2) tepung terigu : tepung ampas kelapa. Analisis kimia butter cookies formulasi terbaik menunjukkan energi 435,8 kkal, kadar protein 14,68%, lemak 10,88%, karbohidrat 69,79%, kadar abu 1,54%, kadar air 3,88%, dan serat pangan 3,49%. Takaran saji yang direkomendasikan sebagai makanan sumber serat adalah enam keping atau setara dengan 50 gram.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorWarsito, HeriNIDN0026096211
Uncontrolled Keywords: Butter Cookies, Serat Pangan, Penyakit Degeneratif, Tepung Ampas Kelapa
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 165 - Teknologi Pangan dan Gizi
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > Tugas Akhir
Depositing User: Ghifta Aditya Wirandanu
Date Deposited: 19 Jul 2024 03:40
Last Modified: 19 Jul 2024 03:41
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/34547

Actions (login required)

View Item View Item