Sari, Ria Kartika (2026) Perbandingan Metode Pengeringan Menggunakan Cabinet Dryer Dan Matahari Langsung Terhadap Aktivitas Antioksidan Dan Organoleptik Teh Daun Gaharu (Gyrinops Versteegii). Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Ringkasan)
B31231443 Ria Kartika Sari - Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (186kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
B31231443 Ria Kartika Sari - Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (213kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
B31231443 Ria Kartika Sari - Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (198kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
B31231443 Ria Kartika Sari - Laporan Lengkap.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
PERBANDINGAN METODE PENGERINGAN MENGGUNAKAN CABINET DRYER DAN MATAHARI LANGSUNG TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ORGANOLEPTIK TEH DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii), Ria Kartika Sari, NIM B31231443, Tahun 2026, 66 hlm Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Elok Kurnia Novita Sari, S.TP, M.P (Dosen Pembimbing). Teh gaharu merupakan minuman herbal yang dibuat dari daun tanaman gaharu (Gyrinops versteegii) yang merupakan inovasi teh herbal yang memanfaatkan limbah daun hasil pemangkasan budidaya gaharu. Proses pembuatannya melibatkan pengeringan daun segar, yang berasal dari tradisi masyarakat setempat yang menggunakan daun gaharu sebagai obat herbal. Pengeringan merupakan tahap penting dalam pengolahan teh daun gaharu (Gyrinops versteegii), yang bertujuan untuk mengurangi kadar air yang berguna mencegah kerusakan mikrobiologis, memperpanjang umur simpan, dan mempertahankan kualitas produk akhir. Namun, proses pengeringan yang tidak tepat dapat mengakibatkan degradasi komponen bioaktif, perubahan warna, aroma, rasa dan tekstur, sehingga mempengaruhi nilai ekonomis dan fungsional teh gaharu sebagai produk herbal alternatif. Tujuan dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh metode pengeringan konvensional serta pengering tipe kabinet terhadap sifat fisikokimia teh daun gaharu untuk menentukan metode mana yang paling optimal dalam konteks keberlanjutan dan kualitas hasil produk. Penelitian diawali dengan pemilihan daun gaharu yang tidak terlalu tua maupun muda, kemudian dilakukan penimbangan, pemotongan, pencucian, penirisan, dan pengukuran kadar air awal. Pengeringan dilakukan menggunakan dua metode, yaitu cabinet dryer pada suhu 60°C selama 6 jam dan pengeringan sinar matahari selama 42 jam dengan suhu 31-59°C. Setelah pengeringan, sampel ditimbang untuk mengetahui berat akhir dan diukur berat akhirnya, kemudian dihaluskan dan dikemas menggunakan kantong teh masing-masing 1 gram. Untuk uji organoleptik, sebanyak 2 kantong teh untuk masing-masing pengeringan diseduh menggunakan 500 ml air panas 95-100°C selama 5 menit, kemudian didinginkan sebelum dilakukan pengujian. Parameter yang diamati meliputi kadar air, rendemen, beban uap air, laju pengeringan, aktivitas antioksidan,serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan). Berdasarkan hasil penelitian, metode pengeringan memengaruhi kualitas teh daun gaharu (Gyrinops versteegii). Pengeringan menggunakan cabinet dryer pada suhu 60°C selama 6 jam menghasilkan kadar air yang lebih rendah yaitu 7,46% , rendemen lebih tinggi yaitu 41,48% dengan berat akhir rata-rata 331,87 g, beban uap air sebesar 0,47 kg H₂O, serta laju pengeringan sebesar 0,08 kg H₂O/jam, sehingga lebih efektif dan efisien dibandingkan pengeringan matahari. Sementara itu, pengeringan menggunakan sinar matahari selama 42 jam menghasilkan kadar air yang sedikit lebih tinggi yaitu 7,98%, rendemen sebesar 38,71% dengan berat akhir rata-rata 77,75 g, beban uap air 0,12 kg H₂O, dan laju pengeringan 0,003 kg H₂O/jam. Hasil analisis aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa pengeringan matahari memiliki persentase inhibisi sebesar 15,81%, sedikit lebih tinggi dibandingkan cabinet dryer sebesar 15,61%, dengan selisih hanya 0,20%. Pada uji organoleptik, panelis lebih menyukai teh hasil pengeringan matahari pada parameter rasa 3,36, aroma 3,41, dan penerimaan keseluruhan 3,51, sedangkan teh hasil pengeringan cabinet dryer lebih disukai pada parameter warna 3,77. Secara keseluruhan, cabinet dryer lebih unggul dalam efisiensi proses pengeringan dan menghasilkan mutu fisik yang lebih baik, sedangkan pengeringan matahari mampu mempertahankan aktivitas antioksidan yang sedikit lebih tinggi serta menghasilkan cita rasa yang lebih disukai panelis.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pengeringan, Daun Gaharu, Teh kering, Teh Seduh, Kadar Air, Organoleptik, Fisikokimia | ||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 162 - Teknologi Hasil Pertanian 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 163 - Teknologi Pertanian 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 164 - Mekanisasi Pertanian |
||||||
| Divisions: | Jurusan Teknologi Pertanian > Prodi D3 Keteknikan Pertanian > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Ria Kartika Sari | ||||||
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 01:57 | ||||||
| Last Modified: | 03 Aug 2026 01:58 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/58973 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
