Sholihah, Wardatus (2024) Asuhan Gizi Klinik Pada Pasien Kista Hepar (Kista Hati) Di Ruang Rawat Inap Baitul Izzah 1 Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (182kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (12kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (184kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN LENGKAP_WARDATUS.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Kista hepar merupakan lesi kistik pada hati yang dapat menimbulkan keluhan nyeri abdomen dan berpotensi memengaruhi asupan makan pasien. Penatalaksanaan asuhan gizi diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi dan mendukung proses penyembuhan pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan asuhan gizi pada pasien dengan diagnosis medis kista hepar. Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. S dengan diagnosis medis kista hepar di regio abdomen kanan atas yang menjalani perawatan dan tindakan operasi laparoskopi. Proses asuhan gizi dilakukan melalui pengkajian, diagnosis, intervensi, serta monitoring dan evaluasi selama tiga hari. Data yang dikaji meliputi antropometri, biokimia, riwayat makan, asupan makan, serta kondisi fisik dan klinis pasien. Pengukuran antropometri menunjukkan panjang ulna 24 cm dan Lingkar Lengan Atas (LILA) 26,5 cm dengan persentase LILA sebesar 93% yang termasuk kategori status gizi baik. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin 13,1 g/dL, hematokrit 40,1%, leukosit 4,36 × 10³/µL, trombosit 176 × 10³/µL, dan gula darah sewaktu 103 mg/dL yang berada dalam rentang normal. Berdasarkan recall 24 jam, asupan makan pasien belum memenuhi kebutuhan akibat penurunan nafsu makan. Intervensi gizi yang diberikan berupa diet rendah garam pada fase praoperasi dan diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) sebesar 2.142,69 kkal pada fase pascaoperasi. Monitoring dilakukan menggunakan metode Comstock dan recall 24 jam. Hasil monitoring menunjukkan adanya peningkatan penerimaan makanan selama intervensi. Pada hari kedua dan ketiga, sebagian besar makanan dapat dihabiskan pasien, meskipun masih terdapat sisa makanan pada beberapa waktu makan. Secara keseluruhan, intervensi gizi yang diberikan dapat diterima dengan baik dan membantu memenuhi kebutuhan gizi pasien selama masa perawatan serta mendukung proses pemulihan pascaoperasi.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Gizi Klinik, Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL | ||||||
| Depositing User: | Wardatus Sholihah | ||||||
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 08:42 | ||||||
| Last Modified: | 15 Jun 2026 08:42 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/56421 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
