Hubungan Tingkat Pengetahuan Diet Hemodialisis Dan Asupan Natrium Dengan Kadar Kreatinin Pasien Penyakit Ginjal Kronik Di RSU Kaliwates Jember

Sholihah, Wardatus (2026) Hubungan Tingkat Pengetahuan Diet Hemodialisis Dan Asupan Natrium Dengan Kadar Kreatinin Pasien Penyakit Ginjal Kronik Di RSU Kaliwates Jember. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (285kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (309kB)
[img] Text (Datar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (314kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan jenis penyakit degeneratif dengan prevalensi meningkat dan berimplikasi terhadap beban kesehatan yang besar. Pengobatan PGK salah satunya adalah melakukan terapi hemodialisis. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan PGK adalah kepatuhan terhadap diet hemodialisis yang disarankan oleh tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan diet hemodialisis dan asupan natrium dengan kadar kreatinin pasien penyakit ginjal kronik di RSU Kaliwates Jember. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 45 pasien PGK yang menjalani hemodialisis, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data pengetahuan diet hemodialisis didapatkan dengan mengisi kuisioner yang telah diberikan. Data asupan natrium diperoleh melalui metode food recall 1x24 jam yang dilakukan sebanyak 2 kali, sedangkan kadar serum kreatinin diambil dari catatan medis pasien. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien PGK memiliki tingkat pengetahuan diet hemodialisis kategori cukup (60%) dan (40%) responden memiliki tingkat pengetahuan diet hemodialisis kategori tinggi. Asupan natirum semua pasien (100%) PGK tergolong kategori normal dan kadar kreatinin semua pasien PGK (100%) menunjukkan kategori kadar kreatinin tinggi. Uji korelasi spearman rho menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan diet hemodialysis dengan kadar kreatinin (p=0,846) maupun antara asupan natrium dengan kadar kreatinin (p=0,929). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan diet hemodialisis dan asupan natrium dengan kadar kreatinin pasien PGK di RSU Kaliwates Jember.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
UNSPECIFIEDWidiyawati, AgathaNIDN0006049003
Uncontrolled Keywords: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan jenis penyakit degeneratif dengan prevalensi meningkat dan berimplikasi terhadap beban kesehatan yang besar. Pengobatan PGK salah satunya adalah melakukan terapi hemodialisis. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan PGK adalah kepatuhan terhadap diet hemodialisis yang disarankan oleh tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan diet hemodialisis dan asupan natrium dengan kadar kreatinin pasien penyakit ginjal kronik di RSU Kaliwates Jember. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 45 pasien PGK yang menjalani hemodialisis, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data pengetahuan diet hemodialisis didapatkan dengan mengisi kuisioner yang telah diberikan. Data asupan natrium diperoleh melalui metode food recall 1x24 jam yang dilakukan sebanyak 2 kali, sedangkan kadar serum kreatinin diambil dari catatan medis pasien. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien PGK memiliki tingkat pengetahuan diet hemodialisis kategori cukup (60%) dan (40%) responden memiliki tingkat pengetahuan diet hemodialisis kategori tinggi. Asupan natirum semua pasien (100%) PGK tergolong kategori normal dan kadar kreatinin semua pasien PGK (100%) menunjukkan kategori kadar kreatinin tinggi. Uji korelasi spearman rho menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan diet hemodialysis dengan kadar kreatinin (p=0,846) maupun antara asupan natrium dengan kadar kreatinin (p=0,929). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan diet hemodialisis dan asupan natrium dengan kadar kreatinin pasien PGK di RSU Kaliwates Jember.
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > Tugas Akhir
Depositing User: Wardatus Sholihah
Date Deposited: 15 Jun 2026 05:58
Last Modified: 15 Jun 2026 05:58
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/56401

Actions (login required)

View Item View Item