Fadhlurrahman, Muhammad Luthfi (2024) Analisis Kerusakan Charging Gun Mobil Listrik Tipe AC GB/T Pada Bengkel Wuling Arista Jember. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (101kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (214kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (102kB) |
|
|
Text (LAPORAN LENGKAP)
PKL LUTHFI.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
On-board Charger merupakan tipe pengisian daya pada mobil litrik yang lubang chargernya sudah menjadi satu atau terpasang pada kendaraan. On-board Charger ini nantinya berfungsi untuk mengubah arus AC dari sumber eksternal menjadi arus DC yang akan masuk ke baterai mobil. Perangkat yang digunakan untuk charging mobil listrik disebut sebagai EVSE. Perangkat ini juga dikenal dengan sebutan charging station EVSE berfungsi mengisi daya listrik ke baterai mobil listrik. Dalam hal perangkat rumahan, tidak sembarangan rumah bisa memasang EVSE. Daya listrik rumah yang direkomendasikan untuk pemasangan EVSE rumahan adalah 2.200 VA ke atas. Pelanggan 1.300 VA dan 900 VA disarankan untuk menaikkan daya. Durasi pengisian sendiri dipengaruhi oleh kuat arus dan kapasitas baterai pada mobil. Semakin tinggi kapasitas nya, semakin banyak waktu yang dibutuhkan . Sebagai contoh, untuk mengisi penuh baterai mobil Wuling Air EV standard range dari kosong menggunakan charger 10 A membutuhkan waktu sekitar 9 jam. Modul fast charging dapat menyalurkan listrik yang lebih besar, yaitu 20-159 kW biasanya, modul ini digunakan pada SPKLU karena membutuhkan daya listrik yang besar. Daya listrik yang disimpan pada baterai di hitung menggunakan satuan kWh. Dari semua model mobil listrik yang di jual di Indonesia, kapasitas terkecil ada pada Wuling Air EV varian standart range (17,3 kWh). Sementara itu, kapasitas tertinggi ada pada Tesla Model S dengan kapasitas baterai 100 kWh.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Kerusakan Charging Gun Mobil Listrik Tipe AC GB/T | ||||||
| Subjects: | 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 431 - Teknik Mesin (dan Ilmu Permesinan Lain) | ||||||
| Divisions: | Jurusan Teknik > Prodi D4 Mesin Otomotif > PKL | ||||||
| Depositing User: | Muhammad Luthfi Fadhlurrahman | ||||||
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 05:08 | ||||||
| Last Modified: | 06 Apr 2026 05:08 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55378 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
