Hidayat, Rahmat (2016) Pengaruh Penggunaan Memograph Pada Perubahan Jumlah Gandum di Tempering Bin First dan Second di PT. Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari Pabrik Surabaya (Studi Kasus di Mill GH). [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Abstrak)
6. ABSTRAK.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (8kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
13. BAB I. PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (31kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (16kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
19. LAPORAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (480kB) |
Abstract
Praktek Kerja Lapang (PKL) di lakasanakan di PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills yang beralamatkan di Nilam Timur Nomor 16 Tanjung Perak, Surabaya. Bogasari adalah perusahaan tepung terigu di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 3,6 juta ton per tahun, terbesar di dunia dalam satu lokasi. Sejarah Bogasari dimulai pada tanggal 29 November 1971 dengan peresmian pabrik yang pertama di Tanjung Periok, Jakarta Utara. Setahun kemudian, pada tanggal 10 Juli 1972, pabrik yang kedua di Tanjung Perak Surabaya dioperasikan. Bogasari sendiri memiliki beberapa departemen. Salah satunya adalah departemen mill. Departemen mill merupakan departemen yang bergerak dalam bidang produksi atau penggilingan tepung terigu. Proses produksi tepung terigu terdapat dua proses besar yang menunjang yaitu proses screening dan proses milling. screening merupakan suatu proses pembersihan gandum dari material lain selain gandum. Gandum yang sudah dibersihkan akan masuk ke dalam silo tempering bin untuk pengkondisian gandum dalam menyerap air selama waktu yang telah ditetapkan. Kapasitas silo tempering bin mill GH sebesar 3.248 ton dengan kapasitas masing – masing silo sebesar 203 ton. Gandum yang berada di dalam silo tempering bin dapat dikontrol menggunakan suatu alat yang dinamakan memograf. Fungsi memograf itu sendiri yaitu untuk menampilkan hasil yang dibaca oleh sensor, mengkonversi satuan hitung (mengubah pembacaan produk dari meter ke dalam satuan ton), dan mengatur tampilan pembacaan sensor. Cara kerja dari memograf menerima signal dan menterjemahkan pembacaan sensor sesuai keinginan user. Penggunaan memograf tersebut bertujuan untuk mempermudah dalam proses pengontrolan terkait kondisi silo dan pada saat akan pergantian cap.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 576 - Manajemen Industri | ||||||
| Divisions: | Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D3 Manajemen Agribisnis > PKL | ||||||
| Depositing User: | Amalia Zakyah | ||||||
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 06:41 | ||||||
| Last Modified: | 31 Mar 2026 06:42 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55196 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
