Khairil, Insanul (2016) Pengawetan Telur ayam Buras Dengan Metode Perendaman Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes). Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Abstrak)
07. ABSTRAK.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (87kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
14. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (93kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (169kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
22. LAPORAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Telur merupakan bahan pangan yang mengandung zat-zat gizi yang lengkap. Di samping itu telur memiliki sifat yang mudah rusak. Telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan selama dua minggu di ruangan terbuka, baik kerusakan secara fisik, kimia maupun biologis yang disebabkan mikroorganisme. Salah satu kerusakan pada telur yaitu hilangnya CO2 melalui pori-pori kulit telur menyebabkan perubahan fisik dan kimia. Oleh sebab itu diperlukan cara untuk mempertahankan mutu telur dalam waktu yang cukup lama dengan pengawetan. Pengawetan dilakukan dengan cara perendaman yang dapat dilakukan dengan merendam telur segar dalam berbagai larutan seperti larutan air kapur, larutan air garam, dan penyamak nabati yang mengandung tanin. Daun eceng gondok mengandung tanin yang dapat dijadikan sebagai bahan pengawet. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember 2015 dilaboratorium Teknologi Hasil ternak. Penelitian ini menggunakan 65 butir telur ayam buras dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial masing-masing dengan 5 kali ulangan, yang terdiri dari faktor pertama ekstrak daun eceng gondok yang berbeda (10%, 20% dan 30%) dan faktor kedua level penyimpanan yang berbeda (10 hari, 20 hari, dan 30 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanan maka penyusutan bobot telur, rongga udara dan pH mengalami peningkatan, nilai haugh unit, yolk indeks dan indeks putih telur semakin menurun. Terdapat juga interaksi pada nilai haugh unit. Penggunaan ektrak daun eceng gondok dapat digunakan sebagai bahan pengawet.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 200 - Rumpun Ilmu Hewani > 210 - Ilmu Peternakan > 214 - Teknologi Hasil Ternak | ||||||
| Divisions: | Jurusan Peternakan > Prodi D4 Manajemen Bisnis Unggas > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Sri Supriyatiningsih | ||||||
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 02:57 | ||||||
| Last Modified: | 23 Feb 2026 02:57 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/53965 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
