Asuhan Gizi Klinik Pada Pasien Systemic Lupus Erythematosus (Sle), Dyspnea Ec Pneumothorax Sinistra, Pneumonia Paru Dekstra, Post Pemasangan Chest Tube Dan Wsd System Sinistra Di Ruang Picu Rsup Dr. Kariadi Semarang

Kamila, Kuni Magfirotul (2025) Asuhan Gizi Klinik Pada Pasien Systemic Lupus Erythematosus (Sle), Dyspnea Ec Pneumothorax Sinistra, Pneumonia Paru Dekstra, Post Pemasangan Chest Tube Dan Wsd System Sinistra Di Ruang Picu Rsup Dr. Kariadi Semarang. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (159kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (147kB)
[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (98kB)
[img] Text (laporan Lengkap)
KUNI MAGK 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (912kB) | Request a copy

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, termasuk gangguan sistem respirasi. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah pneumothorax dan pneumonia, yang berisiko menyebabkan gangguan pernapasan berat serta meningkatkan kebutuhan metabolik tubuh. Kondisi ini menjadikan pasien SLE rentan mengalami masalah gizi, sehingga diperlukan asuhan gizi klinik yang komprehensif dan berkesinambungan. Laporan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Asuhan Gizi Klinik pada pasien dengan diagnosis SLE, dyspnea ec pneumothorax sinistra, pneumonia paru dekstra, serta post pemasangan chest tube dan sistem Water Seal Drainage (WSD) di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode yang digunakan adalah Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) yang meliputi skrining gizi, asesmen gizi, diagnosis gizi, intervensi gizi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil skrining gizi menggunakan metode StrongKids menunjukkan pasien berisiko sedang malnutrisi. Status gizi berdasarkan antropometri tergolong normal, namun pasien mengalami anemia normositik normokrom, leukositosis, dan hiponatremia ringan. Asupan energi dan zat gizi makro belum mencukupi kebutuhan akibat sesak napas dan kondisi klinis yang tidak stabil. Diagnosis gizi utama adalah asupan oral tidak adekuat dan kurangnya pengetahuan terkait diet sesuai kondisi penyakit. Intervensi gizi yang diberikan berupa diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) melalui pemberian oral dan parenteral, disertai edukasi gizi kepada pasien dan keluarga. Hasil monitoring menunjukkan pemenuhan asupan gizi belum optimal dan kondisi klinis pasien masih fluktuatif. Asuhan gizi klinik yang terintegrasi dan kolaboratif diperlukan untuk mendukung perbaikan status gizi, meningkatkan toleransi asupan, serta menunjang proses penyembuhan pasien dengan SLE dan komplikasi respiratori.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorElisanti, Alinea DwiNIDN0711128001
Uncontrolled Keywords: Systemic Lupus Erythematosus, pneumothorax, pneumonia, asuhan gizi klinik, PICU
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Kuni Magfirotul Kamila
Date Deposited: 02 Feb 2026 02:00
Last Modified: 02 Feb 2026 02:00
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52378

Actions (login required)

View Item View Item