Oktavia, Dyska Dwi (2025) Manajemen Asuhan Gizi Pada Pasien Obs General Weakness Ec Kanker Nasofaring T1N3MX Post NAC 6x On Radiasi Fraksi 33, Anemia Sedang, NN Hiponatremia Kronik, Hipoalbumin di Ruang Cempaka RSUD Bali Mandara. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (172kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (193kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (238kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Laporan ini berjudul “Manajemen Asuhan Gizi pada Pasien Obs General Weakness ec Kanker Nasofaring T1N3Mx Post NAC 6x On Radiasi Fraksi 33, Anemia Sedang, NN Hiponatremia Kronik, Hipoalbumin di Ruang Cempaka RSUD Bali Mandara”. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan proses asuhan gizi klinik secara komprehensif pada pasien dengan Kanker Nasofaring (KNF) pasca kemoterapi dan radioterapi yang disertai komplikasi gizi seperti anemia, hipoalbuminemia, dan hiponatremia. Metode yang digunakan meliputi skrining gizi, pengkajian gizi, penetapan diagnosis gizi, perencanaan serta pelaksanaan intervensi gizi, edukasi diet kanker, dan monitoring evaluasi sesuai pendekatan Nutrition Care Process (NCP). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pengukuran antropometri, dan telaah rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien laki-laki berusia 24 tahun dengan diagnosis Kanker Nasofaring (KNF) T1N3Mx post kemoterapi (NAC) enam kali dan sedang menjalani radioterapi fraksi ke-33. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 25 kg dalam 10 bulan terakhir, dengan status gizi underweight. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya anemia sedang, hipoalbuminemia, hiponatremia, serta peningkatan kadar SGOT. Kondisi tersebut menunjukkan adanya risiko malnutrisi berat akibat penurunan asupan oral karena nafsu makan menurun dan kesulitan menelan. Intervensi yang diberikan berupa diet kanker bertekstur lunak dengan peningkatan energi dan protein, serta edukasi gizi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan zat gizi, memperbaiki status gizi, dan meningkatkan toleransi makan selama terapi radiasi. Kesimpulannya, penerapan manajemen asuhan gizi terstruktur melalui pendekatan NCP dapat membantu memperbaiki status gizi pasien, membantu mengurangi keluhan klinis, serta mendukung pemulihan dan kualitas hidup pasien kanker nasofaring post-radioterapi.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Manajemen Asuhan Gizi, Kanker Nasofaring | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL | ||||||
| Depositing User: | Dyska Dwi Oktavia | ||||||
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 01:49 | ||||||
| Last Modified: | 14 Jan 2026 01:50 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/51019 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
