Wicaksono, Valiant Angelin Junisita (2026) Manajemen Asuhan Gizi Klinik Kasus Mendalam Pada Pasien Abses Intraabdomen Fistula Enterocutan Di Ruang Rawat Inap Baitus Salam 2 Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (88kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (114kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (122kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Praktik magang Manajemen Asuhan Gizi Klinik (MAGK) dilakukan selama 2 bulan dimulai pada tanggal 29 Oktober – 21 November 2025 yang bertujuan untuk menerapkan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) sesuai dengan kondisi pasien, diet pasien, serta memantau fiisk klinisbiokimia dan asupan makan pasien dengan diagnosis abses intraabdomen fistula enterokutan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Abses intraabdomen merupakan kumpulan nanah di rongga peritoneum akibat infeksi bakteri yang sering muncul sebagai komplikasi dari apendisitis perforasi atau kebocoran anastomosis pasca pembedahan (Putri et al., 2021). Hasil pengkajian menunjukkan pasien laki-laki usia 17 tahun mengalami penurunan asupan energi sebesar 61% dari kebutuhan harian dengan gejala mual, muntah, dan nyeri perut pasca operasi. Diagnosis gizi yang ditegakkan adalah asupan oral inadekuat dan perubahan nilai biokimia akibat kondisi pasca bedah. Intervensi gizi dilakukan melalui pemberian Diet Rendah Sisa (saluran cerna bawah) dalam bentuk makanan cair hingga lunak, disertai edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai diet gizi seimbang. Setelah tiga hari intervensi, terjadi peningkatan asupan energi dan protein mendekati kebutuhan harian serta perbaikan kondisi klinis pasien. Kesimpulannya, penerapan asuhan gizi klinik secara tepat dan terstandar mampu membantu memperbaiki status gizi serta mendukung proses penyembuhan pada pasien dengan abses intraabdomen dan fistula enterokutan.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Abses Intraabdomen Fistula Enterocutan, Manajemen Asuhan Gizi Klinik, Valiant | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 355 - Epidemiologi |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL | ||||||
| Depositing User: | Valiant Angelin Junisita Wicaksono | ||||||
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 01:27 | ||||||
| Last Modified: | 14 Jan 2026 01:28 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50908 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
