Manajemen Asuhan Gizi Pada Pasien Scoliosis De Novo Stenosis L4-5 Spondylolistesis L4-5, Congestive Heart Failure ec Valvular Heart Disease, Acute Kidney Injury DD Acute on Chronic Kidney Disease, Hiperkalemia Di Ruang Jepun RSUD Bali Mandara

Siringo Ringo, Stephen Andreas (2025) Manajemen Asuhan Gizi Pada Pasien Scoliosis De Novo Stenosis L4-5 Spondylolistesis L4-5, Congestive Heart Failure ec Valvular Heart Disease, Acute Kidney Injury DD Acute on Chronic Kidney Disease, Hiperkalemia Di Ruang Jepun RSUD Bali Mandara. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (52kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (89kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (90kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (23MB) | Request a copy

Abstract

Laporan ini membahas penatalaksanaan gizi klinik pada pasien dengan Scoliosis De Novo Stenosis L4–L5 Spondilolistesis L4–L5 disertai Congestive Heart Failure (CHF) akibat Valvular Heart Disease (VHD), Acute Kidney Injury (AKI) dengan kemungkinan Chronic Kidney Disease (ACKD), serta hiperkalemia, yang dirawat di Ruang Jepun RSUD Bali Mandara. Pasien menjalani operasi DSF PLIF L4–L5 dan memiliki riwayat hipertensi serta pola makan tinggi lemak dan garam. Hasil skrining gizi dengan MNA-SF menunjukkan pasien berisiko malnutrisi (skor 9). Pemeriksaan laboratorium memperlihatkan kadar kalium dan kreatinin tinggi, Hb dan Hct rendah, serta tekanan darah meningkat. Diagnosis gizi yang ditetapkan meliputi: 1. Penurunan kebutuhan kalium terkait AKI dd CKD. 2. Perubahan nilai laboratorium (Hb, Hct, K) akibat anemia dan hiperkalemia. 3. Berat badan berlebih akibat pola makan tinggi lemak dan energi. 4. Pemilihan bahan makanan yang salah karena kurangnya edukasi gizi. Intervensi dilakukan melalui penerapan Diet Jantung + Rendah Protein + Rendah Kalium + Rendah Garam, serta edukasi gizi individual. Menu disusun berdasarkan prinsip 3J (Jenis, Jumlah, Jadwal) dengan sumber protein hewani bernilai biologis tinggi (ayam, ikan, telur), sumber karbohidrat indeks glikemik sedang, serta sayur dan buah rendah kalium. Jadwal makan lima kali sehari digunakan untuk menjaga kestabilan energi dan mencegah lonjakan glukosa darah. Hasil monitoring menunjukkan penurunan kadar kalium dan kreatinin serum, peningkatan kadar Hb dan Hct, serta penurunan tekanan darah pasien. Pasien juga menunjukkan perbaikan pengetahuan dan sikap terhadap diet terapeutik setelah dilakukan edukasi. Secara keseluruhan, intervensi gizi memberikan dampak positif terhadap kondisi klinis dan status gizi pasien, serta menunjukkan bahwa kolaborasi antara intervensi medis dan terapi gizi berperan penting dalam memperbaiki fungsi metabolik dan kualitas hidup pasien dengan komorbiditas jantung dan ginjal.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRestuti, Arisanty Nur SetiaNIDN0025088304
Uncontrolled Keywords: Manajemen Asuhan gizi klinik, Scoliosis de novo, Stenosis L4–L5, Spondilolistesis L4–L5, Congestive Heart Failure, Valvular Heart Disease, Acute Kidney Injury, Chronic Kidney Disease, Hiperkalemia
Subjects: 260 - Rumpun Ilmu Kedokteran > 300 - Ilmu Kedokteran (Akademik) > 305 - Ilmu Kedokteran Umum
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Stephen Andreas Siringo Ringo
Date Deposited: 12 Jan 2026 08:17
Last Modified: 12 Jan 2026 08:17
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50728

Actions (login required)

View Item View Item