Asuhan Gizi Klinik Pada Pasien Essential (Primary) Hypertension, SNH ec Susp Trombus, dan CAP PSI

Wulandari, Siti Nur Qomariyah Lailatul (2025) Asuhan Gizi Klinik Pada Pasien Essential (Primary) Hypertension, SNH ec Susp Trombus, dan CAP PSI. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN..pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (118kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (188kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (175kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN LENGKAP..pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Asuhan Gizi Klinik Pada Pasien Essential (Primary) Hypertension, SNH ec Susp Trombus, dan CAP PSI, Siti Nur Qomariyah L.W, NIM G42220725, 111 halaman, Program Studi Gizi Klinik, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Jember, Alinea Dwi Elisanti, S.KM., M.Kes (Dosen Pembimbing). Laporan magang ini membahas penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien kasus lanjut di Ruang HCU RSD Mangusada, Badung. Pasien yang ditangani adalah Ny. A.N.S, 65 tahun, dengan diagnosis Essential (Primary) Hypertension, SNH ec Susp Trombus, dan CAP PSI. Pasien mengalami keluhan tidak bisa bicara, kelemahan separuh tubuh, serta kesulitan mengunyah (disfagia). Hasil asesment gizi menunjukkan pasien berisiko malnutrisi berdasarkan skor MNA 9 , mengalami hiperkolesterolemia (Kolesterol total 216 mg/dL, LDL 155 mg/dL) , dan tekanan darah tinggi (170/90 mmHg). Riwayat gizi di rumah menunjukkan asupan natrium (153,63%) dan lemak (147,40%) berlebih, sedangkan asupan di RS sebelum intervensi sangat kurang (energi 11,20%). Diagnosis gizi prioritas ditetapkan sebagai penurunan kebutuhan natrium (NI-5.10.2.7), asupan oral tidak adekuat (NI-2.1), dan ketidaksiapan perubahan diet (NB-1.3). Intervensi gizi yang diberikan adalah Diet Rendah Natrium (<1500 mg) dalam bentuk Makanan Blender secara oral untuk menyesuaikan kondisi disfagia dan hipertensi pasien. Selama monitoring 3 hari, kondisi klinis pasien membaik, dan tekanan darah sistolik menunjukkan tren penurunan. Meskipun asupan makan ditingkatkan secara bertahap, rata-rata pemenuhan gizi selama 3 hari masih kurang (Energi 47,87%), hal ini dikarenakan target awal hanya 50% dan pasien pulang pada hari ketiga setelah makan siang. Laporan menyimpulkan intervensi diet sudah tepat dan menyarankan pemantauan pola makan pasien dilanjutkan di rumah oleh keluarga

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorElisanti, Alinea DwiNIDN0711128001
Uncontrolled Keywords: Hipertensi, CAP PSI, Stroke Non Hemoragik
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Siti Nur Qomariyah Lailatul Wulandari
Date Deposited: 08 Jan 2026 06:44
Last Modified: 08 Jan 2026 06:45
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50190

Actions (login required)

View Item View Item