Asuhan Gizi pada Pasien Bronchopneumonia, Nausea anda Vomiting, Mixed Asthma di Ruang Rawat Inap Pulau Damar 2 RSPAL dr. Ramelan Surabaya

Anisa, Anisa (2025) Asuhan Gizi pada Pasien Bronchopneumonia, Nausea anda Vomiting, Mixed Asthma di Ruang Rawat Inap Pulau Damar 2 RSPAL dr. Ramelan Surabaya. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (114kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan .pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (166kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (154kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
G42222867 Anisa Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (846kB) | Request a copy

Abstract

Laporan ini merupakan hasil magang Manajemen Asuhan Gizi Klinik (MAGK) dengan studi kasus pasien anak An. S (perempuan, 1 tahun) dengan diagnosis medis bronchopneumonia, nausea and vomiting, dan mixed asthma. Keluhan utama pasien adalah batuk “grok-grok” dan saat tidur terdengar suara seperti ngorok; terapi medis yang tercatat antara lain infus D5 ¼ NS 1000 cc serta obat-obatan seperti aminophylline, antibiotik, antiemetik, dan nebulisasi. Hasil skrining gizi menggunakan STRONGkids menunjukkan skor 1 (risiko sedang), dengan riwayat nafsu makan menurun selama 1 minggu terakhir. Status gizi berdasarkan antropometri BB 9,9 kg dan PB 74,5 cm tergolong normal (BB/PB +1 SD). Pada aspek biokimia disebutkan hemoglobin berada di bawah normal (mengarah anemia). Diagnosis gizi utama adalah NI 2.1 asupan oral tidak adekuat terkait penerimaan makanan RS yang terbatas, dibuktikan recall 24 jam: energi 452,3 kkal (58%), protein 14,94 g (75%), lemak 11,1 g (41%), karbohidrat 72,2 g (60%). Selain itu ada NB 1.1 kurangnya pengetahuan gizi karena keluarga belum memahami diet TKTP BSTIK. Intervensi ditargetkan agar asupan mencapai ≥70% kebutuhan dalam 3 hari dengan porsi kecil tapi sering, disertai edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi keluarga. Preskripsi diet berupa Diet TKTP BSTIK dengan bentuk makanan lunak (bubur) lauk cacah, frekuensi 3x makan utama + 2x selingan, rute oral. Kebutuhan dihitung: energi 796,1 kkal; protein 19,9 g; lemak 26,5 g. Selama monitoring 3 hari, asupan energi meningkat dari 58% (pra-intervensi) menjadi 64% (hari-1), 66% (hari-2), dan 105% (hari-3). Protein juga meningkat hingga 141% pada hari-3; peningkatan ini dipengaruhi konsumsi makanan luar RS (misalnya promina dan pisang). Kondisi fisik/klinis pasien dilaporkan berangsur membaik, dan edukasi diet TKTP BSTIK mendapat respons baik.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorYulianti, AdhiningsihNIP19830732010122005
Uncontrolled Keywords: Bronchopneumonia
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Anisa Anisa
Date Deposited: 08 Jan 2026 06:08
Last Modified: 08 Jan 2026 06:08
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50157

Actions (login required)

View Item View Item