Rahayu, Ananda Puteri (2025) Manajemen Asuhan Gizi Klinik pada Pasien Anak dengan Kasus Gastroenteritis Akut (GEA) dan Vomiting Profuse serta Riwayat Penyakit Sindrom Nefrotik di Ruang Rawat Inap Nusa Indah RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (54kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (132kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (128kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (877kB) | Request a copy |
Abstract
Gastroenteritis akut (GEA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada anak dan sering menimbulkan komplikasi berupa dehidrasi, gangguan elektrolit, serta penurunan asupan makan. Kondisi ini dapat menjadi lebih kompleks pada pasien dengan riwayat sindrom nefrotik, yang ditandai oleh proteinuria masif, hipoalbuminemia, serta risiko ketidakseimbangan cairan. Laporan ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan gizi klinik pada pasien anak dengan kasus GEA profuse disertai vomiting berat serta riwayat sindrom nefrotik relapse di Ruang Rawat Inap Nusa Indah RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar tahun 2025. Pasien An. A, perempuan usia 12 tahun 2 bulan, datang dengan keluhan diare dan muntah berulang, dehidrasi berat, intake sangat rendah, serta status gizi overweight berdasarkan IMT/U (+1,6 SD). Hasil asesmen menunjukkan hemokonsentrasi (Ht 47,8%), tanda infeksi akut, gangguan elektrolit, dan risiko tinggi malnutrisi akibat penurunan asupan drastis. Intervensi gizi diberikan berupa diet rendah sisa, pembagian frekuensi makan sering (3 kali makan utama dan 1 selingan), protein tinggi biologis (±15% energi total), pembatasan natrium sesuai kondisi nefrotik, serta kolaborasi medis melalui rehidrasi dan terapi farmakologis yang sesuai. Hasil intervensi menunjukkan perbaikan klinis signifikan: asupan meningkat menjadi 100% dalam 48 jam, muntah berhenti total, frekuensi BAB membaik, dan pasien dipulangkan dalam kondisi stabil pada hari ke-4 perawatan. Keberhasilan intervensi menegaskan bahwa manajemen gizi intensif dan terintegrasi mampu mengatasi risiko malnutrisi akut pada pasien dengan komorbid kompleks dalam waktu singkat.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | gastroenteritis akut, vomiting profuse, sindrom nefrotik, asuhan gizi klinik, anak. | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL | ||||||
| Depositing User: | Ananda Puteri Rahayu | ||||||
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 08:39 | ||||||
| Last Modified: | 07 Jan 2026 08:39 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/49970 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
