Nada, Nabila Qothrun (2025) Proses Asuhan Gizi Terstandart (Pagt) Pada Pasien Ruptur Iatrogenik Sigmoid Dan Ileum, Post Tah Bso, Adhesiolisis Tajam Hr – 0 A.I Peritonitis Generalisata, Toa Sinistra, Adhesi Gr Iii – Iv Dengan Corpus Uteri, Post Colostomy Di Ruang Teratai B RSUD Dr. Soedono Provinsi Jawa Timur. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (125kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (67kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (114kB) |
|
|
Text (LAPORAN LENGKAP)
LAPORAN LENGKAP (3).pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (810kB) | Request a copy |
Abstract
Laporan magang ini mengkaji penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien dengan diagnosis ruptur iatrogenik sigmoid dan ileum pasca Total Abdominal Hysterectomy Bilateral Salpingo-Oophorectomy (TAH-BSO), adhesiolisis tajam dengan komplikasi peritonitis generalisata, Tubo Ovarian Abscess (TOA) sinistra, adhesi intraabdomen derajat III–IV, serta pasca colostomy yang dirawat di Ruang Teratai B RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur. Kondisi pascaoperasi disertai inflamasi sistemik dan stres metabolik menyebabkan peningkatan kebutuhan zat gizi, khususnya energi dan protein, yang tidak diimbangi dengan asupan makanan yang adekuat akibat mual dan penurunan nafsu makan. Hasil skrining gizi menunjukkan pasien berada pada risiko gizi sedang. Penilaian antropometri menggunakan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dan panjang ulna menunjukkan status gizi pasien dalam kategori baik, namun hasil recall 24 jam memperlihatkan asupan energi dan protein masih berada pada kategori defisit berat. Diagnosa gizi yang ditegakkan meliputi peningkatan kebutuhan energi, protein, dan zat besi akibat proses inflamasi dan perdarahan, perubahan fungsi gastrointestinal pascaoperasi, serta asupan oral yang tidak adekuat. Intervensi gizi yang diberikan berupa diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) dalam bentuk makanan lunak, disertai edukasi gizi serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan status antropometri pasien relatif stabil selama masa perawatan, meskipun pemenuhan asupan zat gizi masih memerlukan optimalisasi. Penerapan PAGT pada kasus ini menegaskan pentingnya asuhan gizi yang tepat, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam mendukung proses penyembuhan serta meningkatkan luaran klinis pasien pascaoperasi dengan komplikasi intraabdomen berat.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 260 - Rumpun Ilmu Kedokteran > 270 - Ilmu Kedokteran Spesialis > 274 - Kebidanan dan Penyakit Kandungan 260 - Rumpun Ilmu Kedokteran > 270 - Ilmu Kedokteran Spesialis > 282 - Patologi Anatomi 260 - Rumpun Ilmu Kedokteran > 300 - Ilmu Kedokteran (Akademik) > 303 - Ilmu Biologi Reproduksi 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > Publikasi | ||||||
| Depositing User: | Nabila Qothrun Nada | ||||||
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 00:51 | ||||||
| Last Modified: | 03 Aug 2026 00:52 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/48559 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
