Kajian Pascapanen Teh Varietas Yabukita (Camellia sinensis L. var Yabukita) pada Produksi Sencha di PT. Bali Cahaya Amerta Kebun Mayungan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali

Ardhana, Charmelia Dwi (2026) Kajian Pascapanen Teh Varietas Yabukita (Camellia sinensis L. var Yabukita) pada Produksi Sencha di PT. Bali Cahaya Amerta Kebun Mayungan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (168kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (400kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (155kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Kajian Pascapanen Teh Varietas Yabukita (Camellia Sinensis L. var Yabukita) pada Produksi Sencha di PT. Bali Cahaya Amerta Kebun Mayungan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, Charmelia Dwi Ardhana, NIM A43220936, Tahun 2026, Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Rahmawati, S.P., M.P. (Dosen Pembimbing). PT. Bali Cahaya Amerta merupakan perusahaan perkebunan teh organik pertama di Bali yang berdiri sejak tahun 2015 dengan total luas lahan mencapai ±50 hektare, yang tersebar di Desa Angseri dan Desa Mayungan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Perusahaan menjalankan model bisnis integrasi vertikal (farm to cup) yang mencakup seluruh rantai nilai industri teh, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk teh premium di bawah merek dagang "Brew Me". Produk Brew Me telah berhasil dipasarkan ke lebih dari 200 hotel bintang lima di Bali serta diekspor ke berbagai negara, menjadikan perusahaan ini sebagai salah satu pelopor industri teh premium berbasis organik di Indonesia. Fokus kajian dalam laporan ini adalah proses pascapanen teh varietas Yabukita (Camellia sinensis L. var. Yabukita) pada produksi sencha di PT. Bali Cahaya Amerta. Varietas Yabukita dipilih karena memiliki kandungan L-theanine yang tinggi sebagai penciri rasa umami, kandungan katekin (terutama EGCG) yang seimbang, serta ketahanan yang baik terhadap proses pengolahan sehingga cocok dijadikan bahan baku sencha berkualitas premium. Standar pemetikan yang diterapkan adalah P+2/3 daun (medium plucking) dengan interval 30–45 hari menggunakan mesin petik untuk menjaga efisiensi produksi dalam skala besar. Tahapan pengolahan sencha di PT. Bali Cahaya Amerta dilakukan melalui serangkaian proses yang terstandarisasi dan saling berkaitan untuk menghasilkan produk akhir yang berkualitas. Proses tersebut meliputi pengumpulan dan sortasi bahan baku, steaming selama 2 menit untuk menginaktivasi enzim polifenol oksidase, pendinginan awal menggunakan withering trough disertai penyemprotan ekstrak pandan, penggulungan (rolling) selama 3 menit menggunakan mesin Open Top Roller, pengeringan menggunakan mesin balltea dengan penambahan ekstrak pandan pada kondisi setengah kering, penggilingan menggunakan mesin diskmill hingga ukuran mesh 1,8 mm, serta pengemasan dalam bentuk tea bag beridentitas dagang N°342 Sencha. Inovasi berupa penambahan ekstrak pandan pada tahap pendinginan dan pengeringan menjadi ciri khas produk yang membedakan sencha PT. Bali Cahaya Amerta dari produk sejenis di pasaran. Pengendalian mutu produk sencha dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu uji organoleptik yang mencakup penilaian warna, aroma, dan rasa, serta pengujian densitas partikel dust dengan nilai standar 0,45–0,5 g/ml. Kedua pengujian tersebut dilakukan secara rutin untuk memastikan konsistensi kualitas produk sebelum didistribusikan ke pasar. Warna sencha yang baik ditunjukkan dengan tampilan hijau kekuningan, aroma segar dengan karakter vegetatif khas teh hijau, dan rasa yang seimbang antara umami dan sedikit sepat. Selain kegiatan pascapanen, mahasiswa juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan budidaya yang mencakup penyiapan lahan menggunakan bajak singkal dan garu sisir, pembibitan secara vegetatif melalui teknik stek batang, penanaman dengan tiga pola tanam (single, double, dan zigzag), pemupukan organik maupun anorganik, pemangkasan (bending), pengendalian gulma, serta pengaturan tanaman penaung. Keterlibatan langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai manajemen perkebunan teh organik secara menyeluruh. Keseluruhan pengalaman magang membuktikan bahwa pertanian organik berbasis inovasi mampu menghasilkan produk premium bernilai jual tinggi yang berdaya saing di pasar internasional. (Jurusan Produksi Pertanian, Program Studi D-IV Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Negeri Jember)

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRahmawati, RahmawatiNIDN0002058407
Uncontrolled Keywords: pascapanen, teh, teh hijau, yabukita, sencha
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 166 - Teknologi Pasca Panen
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 169 - Ilmu Pangan
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan > PKL
Depositing User: Charmelia Dwi Ardhana
Date Deposited: 02 Jul 2026 00:52
Last Modified: 02 Jul 2026 00:52
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/57203

Actions (login required)

View Item View Item