Sistem Deteksi Dini Penyakit Hipertensi Menggunakan Metode Naïve Bayes Pada Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

Hulu, Agres Windayana (2026) Sistem Deteksi Dini Penyakit Hipertensi Menggunakan Metode Naïve Bayes Pada Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (156kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (201kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (216kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia dan Indonesia. WHO memperkirakan sekitar 1,4 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun mengalami hipertensi, dan sekitar 44% di antaranya belum mengetahui kondisinya. Di Indonesia, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah mencapai 30,8%, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter sebesar 8,6%. Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala, tetapi pada kondisi tertentu dapat muncul gejala seperti pusing, nyeri kepala, sesak napas, mual, dan mimisan. Seiring perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan, data kesehatan dapat dimanfaatkan melalui pendekatan data mining. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Naïve Bayes, yang telah diterapkan dalam beberapa penelitian terkait hipertensi dan menunjukkan kemampuan dalam mengolah karakteristik atau variabel masukan untuk menghasilkan informasi mengenai hipertensi. Permasalahan hipertensi juga ditemukan pada data 1000 besar penyakit Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Pada periode 2023–2025 tercatat 95 kasus hipertensi pada data yang digunakan, yaitu 26 kasus pada tahun 2023, 42 kasus pada tahun 2024, dan 27 kasus pada tahun 2025. Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkan sistem deteksi dini hipertensi berbasis mobile yang menggunakan gejala sebagai masukan dan metode Naïve Bayes untuk menghasilkan informasi awal berupa “Berisiko Hipertensi” atau “Tidak Berisiko Hipertensi”. Pengembangan sistem ini diharapkan dapat menjadi salah satu pemanfaatan teknologi informasi dan data mining dalam mendukung deteksi dini hipertensi di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPratama, Tegar Wahyu YudhaNIDN0701019203
Uncontrolled Keywords: Sistem Deteksi Dini, Hipertensi, Algoritma Naive Bayes, Mobile
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Agres Windayana Hulu
Date Deposited: 02 Nov 2026 01:25
Last Modified: 02 Nov 2026 01:25
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/61135

Actions (login required)

View Item View Item