Sumalong, Trisnawati Batan (2026) Analisis Ketidaktepatan Kode Diagnosis Chronic Kidney Disease (CKD) Pada Pasien Rawat Jalan Di Rs Panti Rapih. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (112kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (193kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (136kB) |
|
|
Text (Laporan lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Ketepatan kode diagnosis merupakan salah satu bagian penting dalam pengelolaan rekam medis karena kode diagnosis digunakan dalam pengolahan informasi kesehatan, penyusunan statistik penyakit, pelaporan, serta proses pembiayaan pelayanan kesehatan. Salah satu diagnosis yang memerlukan ketepatan dalam proses kodefikasi adalah Chronic Kidney Disease (CKD). Berdasarkan hasil observasi awal di RS Panti Rapih Yogyakarta, masih ditemukan diagnosis CKD yang telah mencantumkan stage secara spesifik tetapi dikode menggunakan N18.9 (Chronic Kidney Disease, unspecified). Selain itu, ditemukan diagnosis CKD dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus dan hipertensi yang belum menerapkan kode kombinasi secara tepat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara informasi klinis yang tersedia dalam rekam medis dengan kode diagnosis yang diberikan. Laporan Praktik Kerja Lapang ini bertujuan untuk menganalisis ketidaktepatan kode diagnosis CKD pada pasien rawat jalan di RS Panti Rapih Yogyakarta, menghitung persentase ketidaktepatan kode, mengidentifikasi kesesuaian diagnosis dan stage CKD dengan kode yang diberikan, serta menganalisis faktor penyebab ketidaktepatan berdasarkan unsur Man, Method, Material, Machine, dan Measurement (5M). Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan mixed method sederhana, yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui persentase ketepatan dan ketidaktepatan kode, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab ketidaktepatan. Populasi objek penelitian terdiri atas 200 dokumen rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosis CKD periode Juli–September 2026, dengan sampel sebanyak 76 berkas yang dipilih menggunakan purposive sampling. Populasi dan sampel subjek terdiri atas empat orang petugas kodefikasi (coder). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap rekam medis pasien. Hasil analisis terhadap 76 dokumen rekam medis menunjukkan bahwa 54 berkas (71,05%) telah memiliki kode yang tepat dan 22 berkas (28,95%) mengalami ketidaktepatan. Ketidaktepatan terutama berkaitan dengan penggunaan kode berdasarkan stage CKD dan penerapan kode kombinasi pada kondisi CKD dengan penyakit penyerta. Pada beberapa rekam medis, informasi stage CKD telah tersedia secara spesifik, tetapi kode yang digunakan masih merupakan kode CKD yang tidak spesifik. Selain itu, pada kasus tertentu ditemukan penyakit penyerta seperti diabetes melitus dan hipertensi yang memerlukan perhatian terhadap penerapan aturan kode kombinasi sesuai informasi klinis yang terdokumentasi. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, faktor penyebab ketidaktepatan kode dianalisis menggunakan unsur 5M. Pada unsur Man, faktor yang berkaitan dengan petugas meliputi ketelitian dan pemahaman terhadap aturan kodefikasi. Pada unsur Method, proses kodefikasi dipengaruhi oleh penerapan prosedur dan pedoman yang digunakan dalam menentukan kode diagnosis. Pada unsur Material, kelengkapan serta kejelasan informasi klinis pada rekam medis menjadi bagian penting dalam mendukung ketepatan kode. Pada unsur Machine, sistem informasi yang digunakan dalam proses pengolahan data dapat mendukung proses kodefikasi, tetapi keterbatasan tertentu pada sistem tetap dapat memengaruhi proses kerja petugas. Sementara itu, unsur Measurement berkaitan dengan kegiatan audit, pemantauan, dan evaluasi ketepatan kodefikasi sebagai dasar perbaikan mutu. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses kodefikasi diagnosis CKD di RS Panti Rapih secara umum telah berjalan, tetapi masih terdapat ketidaktepatan yang perlu diperbaiki, khususnya dalam menentukan kode berdasarkan stage CKD dan penerapan kode kombinasi pada kondisi tertentu. Perbaikan dapat dilakukan melalui peningkatan ketelitian dan kompetensi petugas, penguatan penerapan SPO serta pedoman kodefikasi, peningkatan kelengkapan informasi klinis, optimalisasi dukungan sistem informasi, serta pelaksanaan audit dan evaluasi kodefikasi secara berkala. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan kode diagnosis dan kualitas informasi kesehatan yang dihasilkan rumah sakit. Kata kunci: Chronic Kidney Disease (CKD), ketepatan kode diagnosis, ketidaktepatan kode, stage CKD, kode kombinasi, rekam medis, rawat jalan, ICD-10, 5M.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Chronic Kidney Disease (CKD), ketepatan kode diagnosis, ketidaktepatan kode, stage CKD, kode kombinasi, rekam medis, rawat jalan, ICD-10, 5M. | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Trisnawati Batan Sumalong | ||||||
| Date Deposited: | 02 Nov 2026 01:22 | ||||||
| Last Modified: | 02 Nov 2026 01:23 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/61126 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
