Aulia, Luna (2026) Analisis Kesesuaian Penetapan Underlying Cause of Death (UCOD) pada Sertifikat Medis Penyebab Kematian Berdasarkan Kaidah Koding Mortalitas di Rumah Sakit Pusat Pertamina. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (256kB) |
|
|
Text (Bab I Pendahuluan)
Bab I Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (291kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (214kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap..pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penetapan Underlying Cause of Death (UCOD) merupakan bagian penting dalam pencatatan penyebab kematian karena menjadi dasar dalam penyusunan statistik mortalitas. Penetapan UCOD dilakukan dengan menelaah rangkaian penyebab kematian dan hubungan sebab-akibat antar kondisi yang tercantum dalam Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK). Berdasarkan hasil penelaahan kasus kematian di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), masih ditemukan penetapan UCOD yang belum sesuai dengan kaidah koding mortalitas. Ketidaksesuaian tersebut menjadi dasar dilaksanakannya audit untuk menilai kesesuaian penetapan UCOD berdasarkan ICD-10 Volume 2 dan penggunaan Medical Mortality Data System (MMDS) sebagai alat bantu penelaahan. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data yang ditelaah merupakan data sekunder berupa 36 kasus kematian pada periode Agustus 2026 yang seluruhnya memiliki SMPK dan dokumen rekam medis yang diperlukan untuk proses audit. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan studi dokumentasi terhadap informasi klinis pada rekam medis, rangkaian penyebab kematian pada SMPK, serta penetapan UCOD yang telah dilakukan oleh rumah sakit. Seluruh kasus dianalisis menggunakan instrumen audit yang disusun berdasarkan kaidah koding mortalitas dalam ICD-10 Volume 2 dengan alat bantu MMDS dan telah ditelaah bersama Clinical Instructor (CI), kemudian hasil penelaahan dibandingkan dengan penetapan UCOD pada SMPK. Proses audit dilakukan dengan menelaah urutan penyebab kematian, hubungan sebab-akibat antar kondisi, serta pemilihan penyebab dasar kematian berdasarkan General Principle, Selection Rule 1, Selection Rule 2, Selection Rule 3, dan Modification Rules sesuai dengan karakteristik setiap kasus. Penelaahan juga menggunakan MMDS untuk membantu memeriksa hubungan antar kondisi dan memvalidasi hasil penentuan UCOD apabila diperlukan. Hasil audit kemudian diverifikasi oleh koder internal RSPP untuk memastikan bahwa penilaian kesesuaian didasarkan pada penelaahan yang sistematis. Penetapan UCOD dinilai sesuai apabila hasil penelaahan menunjukkan kesesuaian dengan UCOD yang ditetapkan rumah sakit, sedangkan ketidaksesuaian ditentukan berdasarkan perbedaan yang ditemukan melalui proses audit. Hasil audit terhadap 36 kasus kematian menunjukkan bahwa sebanyak 17 kasus (47,2%) termasuk kategori Sesuai dan 19 kasus (52,8%) termasuk kategori Tidak Sesuai. Dari 19 kasus yang tidak sesuai, bentuk ketidaksesuaian terbanyak adalah kesalahan urutan atau kelengkapan hubungan sebab-akibat kematian sebanyak 12 kasus (63,2%). Selanjutnya, terdapat 4 kasus (21,1%) dengan penempatan kondisi terminal atau mekanisme kematian sebagai UCOD, 2 kasus (10,5%) dengan ketidaktepatan atau perlunya verifikasi kode ICD-10, serta 1 kasus (5,3%) dengan pemilihan kondisi asal sebagai UCOD yang belum didukung penerapan aturan seleksi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketidaksesuaian dalam penetapan UCOD pada kasus yang diaudit terutama berkaitan dengan urutan dan kelengkapan hubungan sebab-akibat serta pemilihan kondisi yang tepat sebagai penyebab dasar kematian. Berdasarkan hasil audit, diperlukan upaya perbaikan untuk mendukung ketepatan penetapan UCOD dan meningkatkan mutu dokumentasi penyebab kematian di RSPP. Rekomendasi yang disusun meliputi pemanfaatan instrumen audit UCOD sebagai alat evaluasi, penyusunan checklist penyebab kematian bagi dokter penanggung jawab pasien (DPJP) sebelum SMPK diselesaikan, serta penguatan mekanisme klarifikasi apabila hubungan sebab-akibat atau informasi penyebab kematian belum jelas. Instrumen audit dapat digunakan untuk mendokumentasikan hasil penelaahan, mengidentifikasi bentuk ketidaksesuaian, dan menentukan tindak lanjut berdasarkan kaidah koding mortalitas. Selain itu, evaluasi dan audit ulang secara berkala perlu dilakukan untuk memantau perubahan jumlah dan bentuk ketidaksesuaian serta menilai pelaksanaan upaya perbaikan penetapan UCOD di RSPP.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Underlying Cause of Death (UCOD), Audit Mortalitas, ICD-10 Volume 2, Medical Mortality Data System (MMDS), Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK). | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Luna Tika Aulia | ||||||
| Date Deposited: | 02 Nov 2026 01:11 | ||||||
| Last Modified: | 02 Nov 2026 01:11 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/61097 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
