Analisis Pelepasan Informasi Medis Dalam Menjamin Keamanan Dan Kerahasiaan Rekam Medis Di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

Agustina, Andina Dwi (2026) Analisis Pelepasan Informasi Medis Dalam Menjamin Keamanan Dan Kerahasiaan Rekam Medis Di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (100kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (150kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (134kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Rekam medis memuat informasi pasien yang bersifat rahasia sehingga pelepasan informasi medis perlu dilaksanakan dengan memperhatikan keamanan dan kerahasiaan data pasien. Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta telah memiliki SPO yang mengatur pelepasan informasi medis, namun mekanisme pelepasan informasi untuk kepentingan penelitian, khususnya penelitian mahasiswa, belum diatur secara spesifik. Kajian dilakukan untuk mengidentifikasi persyaratan dan pihak yang terlibat dalam pelepasan informasi medis, menganalisis pelaksanaan keamanan dan kerahasiaan rekam medis menggunakan metode 5M, serta menyusun usulan keterbaruan SPO untuk kepentingan penelitian mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan dua informan, yaitu petugas bagian SKM dan kepala rekam medis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa persyaratan pelepasan informasi medis disesuaikan dengan jenis permintaan. Permintaan Surat Keterangan Medis, resume medis, dan asuransi memerlukan surat permohonan, KTP, KK, dan identitas pasien berupa nomor rekam medis. Permintaan surat kematian memerlukan KTP ahli waris, KK, dan identitas pasien, sedangkan visum et repertum memerlukan identitas pasien serta surat permohonan dari kepolisian atau pengadilan. Permintaan data untuk penelitian memerlukan surat permohonan dari kampus dan surat izin penelitian dari Rumah Sakit. Pihak yang terlibat dalam proses pelepasan informasi medis meliputi petugas SKM, kepala rekam medis, dokter DPJP, dokter forensik, dan direktur. Selama periode Mei sampai Agustus tercatat sebanyak 438 permintaan pelepasan informasi rekam medis. Analisis keamanan dan kerahasiaan pelepasan informasi medis dilakukan menggunakan metode 5M yang meliputi Man, Money, Machine, Material, dan Method. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan pelepasan informasi telah didukung oleh sumber daya manusia, fasilitas, formulir, media pencatatan, serta SPO yang berlaku. SPO yang tersedia meliputi SPO pelepasan informasi, SPO Surat Keterangan Medis, SPO visum et repertum, dan SPO permintaan data untuk riset. Hasil identifikasi terhadap SPO menunjukkan bahwa pelepasan informasi kepada pihak ketiga telah memiliki tahapan pengamanan melalui permohonan tertulis, pencatatan, pemeriksaan, serta persetujuan pihak yang berwenang. Sementara itu, SPO permintaan data untuk penelitian belum mengatur secara spesifik mahasiswa sebagai pemohon data. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengaturan mengenai persyaratan penelitian, identitas pemohon, ruang lingkup data, batasan akses, pengawasan, serta tanggung jawab dalam menjaga kerahasiaan informasi pasien. Oleh karena itu, disusun usulan SPO Pengambilan Data Rekam Medis Elektronik (ERM) untuk Keperluan Penelitian Mahasiswa yang mencakup verifikasi surat dan identitas mahasiswa, pengisian formulir permohonan, penandatanganan surat pernyataan kerahasiaan, pengambilan data dengan pengawasan petugas, larangan akses langsung mahasiswa terhadap sistem E-RM, pemberian data dalam bentuk anonim, serta pencatatan serah terima data. Pelaksanaan pelepasan informasi medis di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta telah didukung oleh unsur 5M dan SPO yang berlaku dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan rekam medis. Namun, pengaturan mengenai pelepasan informasi untuk kepentingan penelitian mahasiswa masih perlu diperjelas agar persyaratan, akses, pengawasan, penggunaan, dan tanggung jawab terhadap data pasien dapat dilaksanakan secara terstruktur. Keterbaruan SPO khusus penelitian mahasiswa diperlukan sebagai pedoman dalam pemberian data dengan tetap menjaga keamanan dan kerahasiaan rekam medis.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPratama, Tegar Wahyu YudhaNIDN0701019203
Uncontrolled Keywords: Pelepasan Informasi, Rekam Medis, SPO
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Andina Dwi Agustina
Date Deposited: 02 Nov 2026 01:08
Last Modified: 02 Nov 2026 01:09
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/61092

Actions (login required)

View Item View Item