Analisis Ketepatan Penentuan Penggunaan Kode SNOMED CT Identifier (SCTID) Pasien Rawat Inap Kasus Trauma Fisik di Ruangan Seruni pada Bulan Agustus 2026 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

Zulkifli, Andi Muhammad (2026) Analisis Ketepatan Penentuan Penggunaan Kode SNOMED CT Identifier (SCTID) Pasien Rawat Inap Kasus Trauma Fisik di Ruangan Seruni pada Bulan Agustus 2026 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
HALAMAN RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (186kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 LAPORAN INDIVIDU ANDI MUHAMMAD ZULKIFLI.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (313kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
LAPORAN INDIVIDU DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (209kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN INDIVIDU PKL 3_ANDI MUHAMMAD ZULKIFLI.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kegiatan magang dilaksanakan di Unit Rekam Medis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada 3 Agustus sampai dengan 24 Oktober 2026. Laporan ini disusun untuk menganalisis kesesuaian penggunaan SNOMED CT Identifier (SCTID) dalam merepresentasikan diagnosis klinis yang terdokumentasi pada Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) pasien rawat inap kasus trauma fisik di Ruangan Seruni selama Agustus 2026. SNOMED CT merupakan terminologi klinis terstandar yang digunakan untuk merepresentasikan informasi klinis dalam rekam medis elektronik. SCTID adalah identifier unik yang menunjuk pada suatu komponen atau konsep SNOMED CT. Oleh karena itu, ketepatan penggunaan SCTID tidak cukup dinilai hanya dari adanya kode pada SIMRS EMRRI, tetapi perlu dilihat dari kesesuaian konsep yang diwakili kode tersebut dengan diagnosis klinis yang tercatat pada CPPT. Ketidaksesuaian konsep dapat terjadi ketika SCTID yang dipilih menggambarkan diagnosis yang terlalu umum atau berbeda dalam jenis cedera, lokasi anatomi, maupun tingkat kekhususan diagnosis. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data diagnosis pada CPPT dibandingkan dengan diagnosis dan SCTID yang diinput oleh petugas pada SIMRS EMRRI. Selanjutnya, SCTID yang digunakan serta konsep yang sesuai dengan diagnosis pada CPPT ditelusuri melalui SNOMED CT Browser. Hasil perbandingan dikelompokkan menjadi kategori tepat dan tidak tepat, kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan uraian deskriptif. Wawancara dilakukan kepada petugas yang terlibat dalam proses penginputan diagnosis untuk memperoleh informasi mengenai faktor yang berkaitan dengan ketidaktepatan berdasarkan aspek 5M, yaitu Man, Method, Machine, Material, dan Money. Hasil identifikasi pada 57 data diagnosis pasien rawat inap kasus trauma fisik di Ruangan Seruni selama Agustus 2026 menunjukkan bahwa terdapat variasi kesesuaian antara diagnosis pada CPPT dengan konsep SNOMED CT yang direpresentasikan oleh SCTID pada SIMRS EMRRI. Berdasarkan hasil analisis ketepatan, sebanyak 33 data (57,89%) termasuk kategori tepat, sedangkan 24 data (42,11%) termasuk kategori tidak tepat. Dengan demikian, masih terdapat bagian data yang memerlukan perhatian karena SCTID yang digunakan belum sepenuhnya merepresentasikan informasi klinis yang terdokumentasi. Bentuk ketidaksesuaian yang ditemukan meliputi konsep yang lebih umum daripada diagnosis pada CPPT serta perbedaan jenis cedera, lokasi anatomi, atau bagian tubuh yang direpresentasikan. Analisis faktor berdasarkan aspek 5M menunjukkan bahwa ketepatan pemilihan SCTID berkaitan dengan pemahaman petugas terhadap diagnosis dan konsep SNOMED CT, proses penelaahan informasi klinis, penggunaan sistem atau sarana pencarian, serta pemanfaatan bahan acuan yang tersedia. Informasi pada bagian assessment dalam SOAP, hasil pemeriksaan penunjang, dan kondisi klinis pasien perlu diperhatikan secara menyeluruh sebelum memilih konsep. Laporan juga mencatat adanya SOP sebagai acuan penggunaan SNOMED CT, sehingga penerapan dan pemanfaatan acuan tersebut perlu diperhatikan dalam praktik. Dari aspek biaya, hasil wawancara yang diuraikan dalam laporan tidak menunjukkan adanya kendala anggaran karena penggunaan SNOMED CT didukung melalui program SATUSEHAT. Temuan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit untuk memperkuat ketepatan pemilihan konsep SNOMED CT pada SIMRS EMRRI.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorSuyoso, Gandu Eko JuliantoNIDN0008078502
Uncontrolled Keywords: SNOMED CT, SCTID, ketepatan diagnosis, rekam medis elektronik, SIMRS EMRRI.
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Andi Muhammad Zulkifli
Date Deposited: 30 Oct 2026 05:20
Last Modified: 30 Oct 2026 05:21
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/61043

Actions (login required)

View Item View Item