Redesign Fitur Kodefikasi Diagnosis Dan Tindakan Medis Pada EHR (Electronic Health Record) Menggunakan Metode UCD Di Instalasi Rekam Medis RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo

Azizah, Arien Maulina (2026) Redesign Fitur Kodefikasi Diagnosis Dan Tindakan Medis Pada EHR (Electronic Health Record) Menggunakan Metode UCD Di Instalasi Rekam Medis RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (187kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (457kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (410kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap..pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo telah menerapkan Electronic Health Record (EHR) sejak tahun 2024 untuk mendukung pengelolaan informasi klinis pasien. Namun, proses kodefikasi diagnosis masih menggunakan dua sistem, yaitu EHR sebagai sumber informasi klinis dan SIMRS sebagai media penginputan kode diagnosis. Selain itu, belum tersedia fitur kodefikasi diagnosis dan tindakan yang dapat digunakan secara langsung oleh petugas koding pada EHR. Kondisi tersebut menyebabkan petugas harus berpindah antar sistem dan memeriksa kembali kesesuaian data. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan merancang ulang fitur kodefikasi diagnosis dan tindakan medis pada EHR berdasarkan kebutuhan petugas koding menggunakan metode User Centered Design (UCD). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode UCD terdiri atas empat tahapan, yaitu Specify the Context of Use, Specify User and Organization Requirements, Produce Design Solution, dan Evaluate Design. Tahap Specify the Context of Use dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik pengguna, lingkungan kerja, serta alur kodefikasi diagnosis dan tindakan yang sedang berjalan. Tahap Specify User and Organization Requirements bertujuan mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan nonfungsional berdasarkan kendala yang dihadapi petugas koding. Selanjutnya, tahap Produce Design Solution dilakukan dengan menyusun alur kerja dan merancang prototype antarmuka fitur kodefikasi diagnosis berdasarkan ICD-10 dan tindakan berdasarkan ICD-9-CM menggunakan Figma. Tahap terakhir, yaitu Evaluate Design, dilakukan untuk menilai kesesuaian rancangan dengan kebutuhan pengguna serta mengetahui ketercapaian fungsi yang telah dirancang.Hasil identifikasi menunjukkan bahwa petugas koding menggunakan EHR untuk melihat informasi klinis pasien, sedangkan SIMRS digunakan untuk mengakses sensus harian dan memasukkan kode diagnosis. Berdasarkan kondisi tersebut, dirancang prototype menggunakan Figma yang menyediakan fitur kodefikasi diagnosis berdasarkan ICD-10 dan tindakan berdasarkan ICD-9-CM. Fitur yang dirancang meliputi penyajian informasi klinis dan pemeriksaan penunjang, penginputan kode diagnosis dan tindakan, penentuan diagnosis primer dan sekunder, verifikasi sebelum penyimpanan akhir, serta pencatatan riwayat perubahan kodefikasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lima kebutuhan fungsional telah berhasil diimplementasikan dalam prototype. Namun, fitur pelaporan untuk mempermudah penarikan dan penyajian data hasil kodefikasi belum tersedia. Dengan demikian, rancangan fitur kodefikasi diagnosis dan tindakan pada EHR diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem yang lebih terintegrasi, mengurangi perpindahan antarsistem, dan mendukung keterlacakan hasil kodefikasi. Pengembangan selanjutnya disarankan mencakup penambahan fitur pelaporan untuk mendukung penyajian data morbiditas dan mortalitas, serta penyempurnaan fungsi kodefikasi sesuai kebutuhan petugas. Fitur pelaporan diharapkan dapat mempermudah pengolahan dan penyajian data untuk mendukung kegiatan pelaporan di Instalasi Rekam Medis. Selain itu, diperlukan pengujian lebih lanjut dengan melibatkan petugas koding untuk menilai kemudahan penggunaan, kesesuaian fungsi, dan efektivitas rancangan terhadap alur kerja yang berlaku. Pengembangan sistem juga perlu memperhatikan keamanan informasi, pembatasan hak akses, dan pencatatan aktivitas pengguna untuk menjaga kerahasiaan serta keterlacakan perubahan data. Sebelum diterapkan secara langsung, rancangan perlu melalui tahap pengembangan dan pengujian pada sistem EHR agar seluruh fungsi dapat berjalan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, fitur kodefikasi yang dikembangkan diharapkan mampu mendukung integrasi proses kodefikasi diagnosis dan tindakan serta meningkatkan efektivitas kerja petugas koding di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPutra, Muhammad IfantaraNUPTK8739777678130132
Uncontrolled Keywords: Redesign, Kodefikasi Diagnosis dan Tindakan Medis, Electronic Health Record (EHR), User Centered Design (UCD), RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 353 - Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan)
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Arien Maulina Azizah
Date Deposited: 29 Oct 2026 06:25
Last Modified: 29 Oct 2026 06:25
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60979

Actions (login required)

View Item View Item