Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo Periode Triwulan II Tahun 2026

Qatrunnada, Qatrunnada (2026) Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo Periode Triwulan II Tahun 2026. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (130kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (155kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (131kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN PKL NADS semua indikator rev fix.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu dan beroperasi secara efisien, di mana salah satu aspek pentingnya adalah efisiensi penggunaan tempat tidur pada pelayanan rawat inap. Perhitungan efisiensi rawat inap yang ideal dapat dianalisis menggunakan metode Grafik Barber Johnson, karena metode ini mampu mengintegrasikan empat indikator efisiensi sekaligus ke dalam satu titik koordinat. Keempat indikator tersebut meliputi Bed Occupancy Rate (BOR) dan Bed Turn Over (BTO) untuk menilai tingkat pemanfaatan tempat tidur, serta Average Length of Stay (aLOS) dan Turn Over Interval (TOI) untuk menilai efisiensi operasional. Mutu pelayanan dan pemanfaatan tempat tidur dinyatakan efisien apabila hasil pemetaan jatuh pada area ideal dengan parameter BOR 75–85%, aLOS 3–12 hari, TOI 1–3 hari, serta BTO >30 kali setahun (setara 7,5 kali per triwulan). Berdasarkan laporan data sekunder RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo periode Triwulan II Tahun 2026, terlihat adanya fluktuasi kinerja pemanfaatan tempat tidur yang belum sepenuhnya selaras dengan kriteria ideal Barber Johnson, seperti indikasi kelebihan beban kapasitas di beberapa ruangan. Tujuan dari laporan ini adalah menganalisis efisiensi pelayanan rawat inap berdasarkan Grafik Barber Johnson di rumah sakit tersebut untuk periode Triwulan II Tahun 2026. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan descriptive study dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi berupa data rekapitulasi sensus harian pada lima ruang rawat inap. Hasil gambaran tingkat efisiensi pemanfaatan tempat tidur di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo periode Triwulan II Tahun 2026 menunjukkan bahwa hanya Ruang Tulip yang sudah efisien, karena titik potong indikatornya terletak di dalam v daerah efisien. Sebaliknya, Ruang Mawar Kuning, Mawar Merah Putih, Teratai, dan Mawar Pink masih belum efisien karena titik potong keempat parameternya tidak berpotongan di dalam daerah efisien. Ketidakefisienan pada Ruang Mawar Kuning, Mawar Merah Putih, dan Teratai disebabkan oleh kelebihan beban kapasitas (overload) dengan keterisian (BOR) melampaui 85% dan waktu kekosongan (TOI) yang sangat singkat di bawah 1 hari. Sedangkan ketidakefisienan pada Ruang Mawar Pink disebabkan oleh nilai lama dirawat (aLOS) dan interval kekosongan (TOI) yang berada di bawah standar efisiensi Barber Johnson.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPutra, Muhammad IfantaraNUPTK8739777678130132
Uncontrolled Keywords: Grafik Barber Johnson, BOR, AvLOS, BTO, TOI
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 353 - Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan)
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Qatrunnada Qatrunnada
Date Deposited: 29 Oct 2026 05:41
Last Modified: 29 Oct 2026 05:42
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60935

Actions (login required)

View Item View Item