Harahap, Sharla Aulia (2026) Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Kode ICD-10 Pada Data Pelaporan Rawat Jalan Di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (157kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (439kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (167kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan PKL_Sharla Aulia Harahap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Rumah sakit menghasilkan data pelayanan yang digunakan dalam pengelolaan pelayanan, administrasi, dan penyusunan laporan. Salah satu bagian penting dalam pengolahan data rekam medis adalah pengkodean diagnosis menggunakan ICD-10. Kode ICD-10 pada data pelaporan rawat jalan digunakan dalam pengelompokan data penyakit dan berkaitan dengan penyusunan pelaporan SIRS, khususnya RL 5.1, RL 5.2, dan RL 5.3. Berdasarkan observasi di bagian pelaporan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, masih ditemukan ketidaklengkapan kode ICD-10 pada data pelaporan rawat jalan bulan Januari 2026. Dari 24.680 data, terdapat 24.043 data (97,42%) yang telah terisi dan 637 data (2,58%) yang belum memiliki kode ICD-10. Kondisi tersebut memerlukan penelusuran untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan ketidaklengkapan kode ICD-10. Kegiatan ini bertujuan menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan kode ICD-10 pada data pelaporan rawat jalan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang berdasarkan aspek Man, Machine, Method, Material, dan Money (5M). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan petugas koding rawat jalan pasien umum, petugas koding rawat jalan pasien JKN, petugas pelaporan rawat jalan, dan petugas STIM. Data sekunder berupa data pelaporan rawat jalan bulan Januari 2026 pada tabel kode ICD-10. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari aspek Man, ketidaklengkapan kode ICD-10 berkaitan dengan komunikasi dan koordinasi antarpetugas, terutama antara petugas koding dengan petugas pelayanan di poli, serta keterbatasan waktu petugas pelaporan dalam melakukan pemeriksaan dan tindak lanjut data. Petugas pelaporan rawat jalan berjumlah satu orang, sedangkan pembagian tugas petugas koding telah dilakukan. Dari aspek Machine, ditemukan kendala pada proses penyimpanan dan ekspor data dari SIMRS. Kode ICD-10 dapat mengalami gagal simpan tanpa notifikasi yang jelas, dan terdapat kondisi kode yang telah tersedia serta terverifikasi pada SIMRS tetapi tidak muncul pada hasil ekspor. Proses ekspor juga dapat terkendala apabila rentang waktu terlalu panjang atau dilakukan pada waktu sistem sedang sibuk. Dari aspek Method, proses koding telah memiliki SOP, tetapi belum terdapat SOP khusus yang mengatur pemeriksaan, perbaikan, dan tindak lanjut data kode ICD-10 yang kosong pada tahap pelaporan maupun prosedur khusus untuk memastikan kesesuaian hasil ekspor dengan data pada SIMRS. Dari aspek Material, ketidaklengkapan berkaitan dengan ketersediaan data rekam medis dan data pendukung pelayanan. Pada kondisi tertentu, proses pengkodean tidak dapat dilakukan karena data pelayanan belum lengkap, sedangkan pada kondisi data kosong tidak ditemukan data rekam medis pasien pada SIMRS, seperti pengkajian awal medis, resume, maupun CPRJ. Sementara itu, dari aspek Money, hasil wawancara belum menunjukkan keterbatasan anggaran sebagai penyebab langsung ketidaklengkapan kode ICD-10. Dukungan anggaran untuk pemeliharaan dan pengembangan SIMRS tersedia, sedangkan kebutuhan yang ditemukan lebih berkaitan dengan pengembangan fitur sistem dan pemeriksaan data. Penelusuran terhadap 637 data yang tidak memiliki kode ICD-10 menunjukkan lima kondisi, yaitu 392 data (61,54%) belum dikerjakan, 41 data (6,44%) merupakan data kosong, 3 data (0,47%) tidak ditemukan, 138 data (21,66%) mengalami gagal simpan, dan 63 data (9,89%) tidak terekap. Pengelompokan tersebut merupakan hasil analisis awal berdasarkan penelusuran data dan belum dapat digunakan untuk menetapkan penyebab secara definitif, sehingga tetap memerlukan konfirmasi dan penelusuran oleh petugas atau pihak yang berwenang. Secara keseluruhan, ketidaklengkapan kode ICD-10 pada data pelaporan rawat jalan berkaitan dengan beberapa tahapan, mulai dari kelengkapan data pelayanan, proses pengkodean dan penyimpanan, hingga proses ekspor data dari SIMRS. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan evaluasi dan pengembangan SIMRS, terutama pada fitur penyimpanan kode ICD-10 agar memberikan notifikasi apabila proses penyimpanan tidak berhasil. Proses ekspor data juga perlu dievaluasi untuk memastikan kode yang telah tersimpan dan terverifikasi pada SIMRS dapat muncul secara lengkap pada hasil ekspor. Selain itu, diperlukan SOP atau prosedur kerja yang jelas dan terstandar mengenai pemeriksaan kode ICD-10, penanganan data kosong, tindak lanjut data yang belum dikerjakan, serta verifikasi kesesuaian antara data pada SIMRS dan hasil ekspor sebelum digunakan dalam pelaporan.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ketidaklengkapan kode ICD-10, faktor penyebab, pelaporan rawat jalan, rekam medis. | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Sharla Aulia Harahap | ||||||
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 07:09 | ||||||
| Last Modified: | 28 Oct 2026 07:09 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60922 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
