Abellia, Mhelfyn Echa (2026) Pengembangan Video Edukasi Alur Pendaftaran Rawat Jalan Sebagai Upaya Mengatasi Kesenjangan Informasi Pasien Menggunakan Metode Penelitian Dan Pengembangan (R&D) Model ADDIE Di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (181kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (336kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (175kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
RSUD Dr. Saiful Anwar Malang (RSSA) merupakan rumah sakit rujukan tipe A yang menyelenggarakan pelayanan rawat jalan dengan beberapa pilihan jalur pendaftaran, yaitu Antrian Poliklinik RSSA, Mobile JKN, dan mesin antrean RSSA. Untuk membantu pasien memahami proses pendaftaran, RSSA telah menyediakan video panduan pendaftaran rawat jalan melalui kanal YouTube resmi rumah sakit. Namun, video tersebut diunggah pada 8 Mei 2023 dan belum diperbarui, sedangkan terdapat perubahan pada kebijakan, prosedur, dan kondisi pelayanan rawat jalan. Kondisi tersebut menimbulkan kesenjangan informasi, yaitu adanya perbedaan antara informasi yang tersedia dalam video panduan sebelumnya dengan informasi yang perlu diketahui pasien berdasarkan kondisi pelayanan yang berlaku saat ini. Beberapa informasi yang perlu diperbarui meliputi ketentuan surat kontrol BPJS Kesehatan yang mulai disosialisasikan dan diterapkan sejak 1 Juni 2026, kelengkapan dokumen persyaratan, tahapan setelah memperoleh nomor antrean, lokasi poliklinik, dan identitas visual RSSA. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan video edukasi alur pendaftaran rawat jalan yang sesuai dengan kebutuhan informasi pasien dan kondisi pelayanan terkini di RSSA. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap. Tahap Analysis dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pasien dan petugas, serta studi dokumentasi video sebelumnya untuk mengidentifikasi kesenjangan informasi dan menentukan materi yang perlu diperbarui atau ditambahkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien bingung pada tahap setelah memperoleh nomor antrean dan seluruh petugas menyarankan agar video menjelaskan langkah setelah nomor antrean. Tahap Design menyusun konsep video, materi, naskah, dan storyboard berdasarkan hasil analisis tersebut. Tahap Development menghasilkan video edukasi melalui pengambilan gambar, pembuatan visual ilustratif/animasi, penyusunan narasi, penyuntingan, dan penambahan subtitle. Tahap Implementation dan Evaluation belum dapat dilaksanakan secara penuh karena keterbatasan waktu Praktik Kerja Lapang, sehingga video belum diuji langsung kepada pasien. Hasil kegiatan berupa video edukasi alur pendaftaran rawat jalan yang dirancang dalam 40 scene dan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu persiapan dokumen, tiga cara memperoleh nomor antrean, dan langkah setelah mendapat nomor antrean. Video memuat pilihan jalur pendaftaran, kelengkapan dokumen berdasarkan jenis penjamin, ketentuan surat kontrol BPJS Kesehatan, tahapan setelah memperoleh nomor antrean, lokasi pelayanan, dan identitas visual RSSA yang berlaku saat ini. Seluruh materi video disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan sehingga sesuai dengan kondisi pelayanan rawat jalan di RSSA saat ini. Video diharapkan membantu pasien memahami alur pendaftaran secara runtut dan mengurangi kebutuhan pasien memperoleh penjelasan yang sama berulang kali dari petugas. Efektivitas video terhadap pemahaman pasien belum dapat dinilai karena belum dilakukan pengujian. Saran bagi RSSA adalah menguji coba video kepada pasien dan petugas sebelum ditayangkan secara luas, termasuk melalui media sosial resmi, memperbarui isi video secara berkala apabila terdapat perubahan kebijakan, prosedur, atau kondisi pelayanan, serta mempertimbangkan perbaikan sistem antrean dan layar informasi poliklinik sebagai tindak lanjut temuan masalah sistem. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah melanjutkan tahap Implementation dan Evaluation dengan melibatkan pasien sebagai sasaran video.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | video edukasi, pendaftaran rawat jalan, kesenjangan informasi pasien, ADDIE, RSUD Dr. Saiful Anwar | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Mhelfyn Echa Abellia | ||||||
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 07:04 | ||||||
| Last Modified: | 28 Oct 2026 07:05 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60917 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
