Manajemen Program Promosi Kesehatan Tentang Monitoring Dan Evaluasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Pada Tempat Ibadah (Masjid) Di Wilayah Kerja Puskesmas Mergangsan Tahun 2026

Kiptia, Mariyatul (2026) Manajemen Program Promosi Kesehatan Tentang Monitoring Dan Evaluasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Pada Tempat Ibadah (Masjid) Di Wilayah Kerja Puskesmas Mergangsan Tahun 2026. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (65kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (117kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (86kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kegiatan magang di Puskesmas Mergangsan dilaksanakan dengan fokus pada analisis manajemen Program Promosi Kesehatan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada tatanan tempat ibadah. Program ini merupakan salah satu upaya mendukung implementasi Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Analisis manajemen dilakukan menggunakan fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Pada tahap perencanaan dilakukan identifikasi masalah, penetapan tujuan, sasaran, indikator, metode, jadwal, serta penyusunan instrumen monitoring. Tahap pengorganisasian meliputi pembagian tugas antara penanggung jawab Program Promosi Kesehatan, mahasiswa magang, serta koordinasi dengan pengurus masjid. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pengurus atau takmir masjid. Hasil monitoring menunjukkan masih ditemukan beberapa permasalahan, yaitu puntung rokok pada 8 masjid (21%), aktivitas merokok yang dilaporkan pada 20 masjid (52,6%), belum tersedianya tanda larangan merokok pada 15 masjid (39,5%), serta 26 pengurus (68,5%) belum mengetahui sanksi KTR. Berdasarkan analisis USG, ditemukannya puntung rokok menjadi masalah prioritas dengan skor 15. Analisis Fishbone menunjukkan bahwa permasalahan tersebut dipengaruhi oleh faktor manusia, metode, media, lingkungan, dan kebijakan, dengan faktor media dipilih sebagai fokus rekomendasi. Pelaksanaan kegiatan dianalisis menggunakan pendekatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), meliputi perencanaan monitoring, pembagian tugas pelaksana, pelaksanaan observasi dan wawancara, serta pengawasan dan evaluasi hasil kegiatan. Berdasarkan hasil analisis, disusun rekomendasi media KIE berupa stiker atau poster edukasi bahaya merokok dan stiker QR Code yang terhubung dengan video edukasi bahaya merokok. Media tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta memperkuat penerapan KTR di lingkungan masjid.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorSatya, Malinda Capri NurulNIDN0003019404
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 357 - Promosi Kesehatan
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 359 - Kesehatan Lingkungan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Promosi Kesehatan > PKL
Depositing User: Mariyatul Kiptia
Date Deposited: 12 Oct 2026 01:36
Last Modified: 12 Oct 2026 01:37
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60639

Actions (login required)

View Item View Item