Injela, Tutut Rira (2026) Analisis Manajemen Program Pendampingan Pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Danurejan I Kota Yogyakarta Berdasarkan Fungsi Planning, Organizing, Actuating, Dan Controlling (POAC). [Experiment] (Unpublished)
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (95kB) |
|
|
Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (171kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (122kB) |
|
|
Text (LAPORAN LENGKAP)
LAPORAN LENGKAP.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Puskesmas memiliki peran penting dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer, salah satunya melalui penyelenggaraan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Dalam pelaksanaannya, Puskesmas berperan dalam pembinaan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi kepada kader Posyandu. Pengelolaan program yang baik diperlukan agar kegiatan pendampingan dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan. Laporan magang ini bertujuan menganalisis penerapan fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) pada Program Pendampingan Pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Danurejan I Kota Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan selama kegiatan magang melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen pada Posyandu RW 1 Pare Ayam 1 dan Posyandu RW 2 Pare Ayam 2 di Kelurahan Tegal Panggung. Hasil analisis menunjukkan bahwa fungsi planning diterapkan melalui penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK), Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK), penjadwalan, koordinasi dengan kader, dan penyiapan sumber daya. Fungsi organizing dilakukan melalui pembentukan Tim Daerah Binaan (Darbin), pembagian wilayah binaan, pembagian tugas sesuai kompetensi, dan koordinasi dengan kader. Fungsi actuating dilaksanakan melalui pendampingan, pembinaan, pemantauan, dan pemberian arahan kepada kader. Sementara itu, fungsi controlling dilakukan melalui monitoring, evaluasi, verifikasi pencatatan dan pelaporan, serta tindak lanjut hasil evaluasi. Meskipun fungsi POAC telah diterapkan, masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, yaitu konsistensi penerapan alur pelayanan lima langkah, ketersediaan kartu bantu, dan kehadiran kelompok sasaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pembinaan, monitoring dan evaluasi, serta pengecekan kesiapan pelayanan untuk mendukung peningkatan mutu penyelenggaraan Posyandu ILP secara berkelanjutan.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Posyandu Integrasi Layanan Primer, manajemen program, POAC, Puskesmas | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 357 - Promosi Kesehatan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Promosi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Tutut Rira Injela | ||||||
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 00:36 | ||||||
| Last Modified: | 05 Oct 2026 00:44 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60463 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
