Murod, M. Faiq (2026) Studi Komparatif Melon Golden Langkawi Bulat Dan Kotak Di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura Puspa Lebo Sidoarjo. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
RINGKASAN MAGANG.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (206kB) |
|
|
Text (Bab 1)
BAB 1 LAPORAN MAGANG.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (288kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA LAPORAN MAGANG.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (169kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN MAGANG FIKS.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Melon Golden Langkawi merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati oleh masyarakat. Di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Puspa Lebo Sidoarjo, varietas ini dibudidayakan dalam dua bentuk, yaitu melon kotak dan melon bulat. Meskipun berasal dari varietas yang sama, kedua jenis melon tersebut memiliki perbedaan dalam proses budidaya, biaya produksi, harga jual, serta keuntungan yang diperoleh. Berdasarkan hasil analisis usaha, biaya variabel yang digunakan pada budidaya melon kotak dan melon bulat relatif sama, yaitu sebesar Rp557.492,40. Hal ini karena kebutuhan benih, pupuk, tenaga kerja, sewa lahan, dan sarana produksi lainnya tidak jauh berbeda. Perbedaan utama terletak pada biaya tetap. Budidaya melon kotak membutuhkan biaya tetap yang lebih tinggi, yaitu Rp188,541,66, karena adanya penggunaan cetakan khusus untuk membentuk buah menjadi kotak. Sementara itu, biaya tetap pada budidaya melon bulat hanya sebesar Rp22.916,66 karena tidak memerlukan cetakan tambahan. Meskipun biaya produksi melon kotak lebih tinggi, nilai jual yang diperoleh juga jauh lebih besar. Melon kotak dijual dengan harga Rp50.000 per buah, sedangkan melon bulat hanya Rp22.500 per kg. Perbedaan harga jual tersebut menyebabkan penerimaan usaha melon kotak mencapai Rp3.250.000,00, sedangkan melon bulat hanya Rp2.193.750,00. Tingginya harga jual melon kotak dipengaruhi oleh bentuknya yang unik, memiliki nilai estetika tinggi, serta termasuk produk premium yang banyak diminati konsumen. Dari sisi keuntungan, budidaya melon kotak memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan melon bulat. Keuntungan bersih yang diperoleh dari budidaya melon kotak mencapai Rp2.503.965,94, sedangkan melon bulat hanya sebesar vi Rp1.613.590,93. Hal ini menunjukkan bahwa investasi tambahan yang dikeluarkan untuk cetakan melon kotak mampu memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap pendapatan usaha. Berdasarkan analisis titik impas atau Break Even Point (BEP), hasil analisis kelayakan usaha budidaya melon Golden Langkawi kotak dan bulat menunjukkan karakteristik yang berbeda. BEP Produksi, usaha melon kotak memiliki nilai sebesar 14,92 buah, sedangkan usaha melon bulat sebesar 26 kg. Jika dikonversikan dengan asumsi rata-rata berat per buah melon bulat 1,5 kg, maka BEP produksi 26 kg tersebut setara dengan 17 buah. Artinya, petani melon kotak hanya perlu memproduksi dan menjual sebanyak 15 buah untuk mencapai titik impas, sementara petani melon bulat perlu menjual sebanyak 17 buah. Dengan demikian, usaha melon kotak dapat mencapai titik impas dengan jumlah produksi yang lebih sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa risiko usaha pada budidaya melon kotak lebih rendah karena lebih cepat balik modal dan tidak membutuhkan volume produksi sebesar melon bulat. R/C Ratio, melon kotak memiliki nilai 4,35 dan melon bulat 3,78. Nilai R/C Ratio kedua usaha tersebut > 1, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan lebih besar dari biaya. Dengan demikian, kedua usaha layak untuk dijalankan, namun melon kotak sedikit lebih efisien dalam penggunaan biaya karena menghasilkan penerimaan yang relatif lebih tinggi per biaya. ROI, usaha melon bulat memiliki nilai 133,96% yang jauh lebih tinggi dibandingkan melon kotak sebesar 14,35%. Nilai ROI menunjukkan tingkat pengembalian investasi terhadap total aset yang digunakan. ROI melon bulat yang lebih tinggi mengartikan bahwa usaha ini mampu memberikan keuntungan bersih yang lebih besar secara relatif terhadap modal asetnya, sehingga pengembalian investasi berlangsung lebih cepat. Jika dihitung berdasarkan nilai ROI tersebut, maka usaha melon bulat hanya membutuhkan 0,75 kali produksi untuk mengembalikan modal 100%. Artinya dalam satu kali musim tanam modal sudah kembali bahkan melebihi 100%, karena setiap 1 kali produksi sudah menghasilkan keuntungan 133,96% dari modal. Sementara itu usaha melon kotak dengan ROI 14,35% membutuhkan sekitar 6,97 kali produksi atau dibulatkan menjadi 7 kali produksi agar modal bisa kembali 100%. Hal ini terjadi karena setiap vii 1 kali produksi hanya mampu mengembalikan 14,35% dari modal awal. Dengan demikian, usaha melon bulat jauh lebih efisien dalam pengembalian investasi dibandingkan melon kotak. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya melon kotak lebih unggul dalam hal pencapaian titik impas yang lebih cepat dan efisiensi biaya, sehingga cocok untuk meminimalkan risiko. Sementara itu, usaha budidaya melon bulat lebih unggul dalam hal tingkat pengembalian investasi, sehingga lebih menguntungkan secara finansial dalam jangka panjang. melon kotak dapat menjadi alternatif usaha yang lebih prospektif dan memiliki daya saing tinggi dalam pengembangan agribisnis hortikultura di UPT PATPH Puspa Lebo Sidoarjo.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Budidaya, Pencetakan buah, Pasca Panen | ||||||
| Subjects: | 550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 571 - Manajemen 550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 574 - Pemasaran 550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 576 - Manajemen Industri |
||||||
| Divisions: | Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D3 Manajemen Agribisnis > PKL | ||||||
| Depositing User: | M. Faiq Murod | ||||||
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 08:37 | ||||||
| Last Modified: | 22 Jul 2026 08:41 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/58526 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
