Optimalisasi Penanganan Pascapanen Buah Melon Golden Langkawi Di UPT. Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Sidoarjo

Sari, Yesi Vidya (2026) Optimalisasi Penanganan Pascapanen Buah Melon Golden Langkawi Di UPT. Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Sidoarjo. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (129kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (94kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (147kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang bertugas mengembangkan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura melalui kegiatan produksi, pengembangan teknologi, pelayanan informasi, pemasaran, serta agrowisata. Sejak tahun 2018, kantor UPT PATPH dipindahkan dari Bedali, Lawang ke Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo guna meningkatkan efektivitas koordinasi dan pelayanan. Salah satu komoditas unggulan yang dibudidayakan adalah Melon Golden Langkawi (Cucumis Melo L.), yang memiliki kualitas premium dengan tingkat kemanisan tinggi dan nilai ekonomi yang baik. Fokus utama laporan ini adalah optimalisasi penanganan pascapanen buah Melon Golden Langkawi. Berdasarkan hasil observasi, penanganan pascapanen di UPT PATPH meliputi pengangkutan hasil panen, sortasi, grading berdasarkan standar mutu, pengukuran tingkat kemanisan (°Brix), pengemasan, penyimpanan, pelabelan serta distribusi melalui pemasaran. Seluruh tahapan tersebut bertujuan mempertahankan mutu fisik, mutu kimia, keamanan pangan, dan nilai jual buah sehingga kualitas produk tetap terjaga hingga diterima konsumen. Analisis mutu dilakukan menggunakan Diagram Fishbone (Ishikawa) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pascapanen. Hasil analisis menunjukkan bahwa mutu buah dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu man, machine, method, material, measurement, dan environment. Kegiatan magang dilaksanakan selama empat bulan, mulai tanggal 1 Maret hingga 30 Juni 2026, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mahasiswa mengenai sistem agribisnis hortikultura, khususnya pada budidaya dan penanganan pascapanen Melon Golden Langkawi. Kegiatan magang ini menunjukkan bahwa keberhasilan menghasilkan Melon Golden Langkawi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan budidaya, tetapi juga oleh efektivitas penanganan pascapanen. Penerapan penanganan pascapanen yang sistematis dan berorientasi pada pengendalian mutu mampu mengurangi kehilangan hasil, mempertahankan kualitas buah, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat daya saing Melon Golden Langkawi di pasar. Oleh karena itu, optimalisasi penanganan pascapanen menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem agribisnis hortikultura yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, serta memenuhi kebutuhan konsumen.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorLestari, DatikNIDN0001089108
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Divisions: Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D3 Manajemen Agribisnis > PKL
Depositing User: Yesi Vidya Sari
Date Deposited: 16 Jul 2026 01:04
Last Modified: 16 Jul 2026 01:04
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/58183

Actions (login required)

View Item View Item