Bio Cracker: Optimalisasi Ragi Tempe Dan Ga3 Dalam Pematahan Dormansi Fisik Untuk Meningkatkan Mutu Fisiologis Benih Semangka Di Pt. East West Seed Indonesia

Hidayatullah, Aris Reza (2027) Bio Cracker: Optimalisasi Ragi Tempe Dan Ga3 Dalam Pematahan Dormansi Fisik Untuk Meningkatkan Mutu Fisiologis Benih Semangka Di Pt. East West Seed Indonesia. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (257kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (295kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (258kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Dormansi fisik akibat struktur kulit benih yang keras menjadi faktor pembatas utama dalam produksi benih semangka unggul berskala industri. Sebagai solusi berkinerja tinggi, metode "BIO-CRACKER" dikembangkan dengan mendayagunakan ragi tempe (Rhizopus oligosporus) dan Asam Giberelat (GA3) sebagai agen bio-skarifikasi. Pendekatan ini secara efisien mendegradasi pelindung mekanis benih sekaligus menstimulasi respons pertumbuhan embrio. Evaluasi dilakukan melalui Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal , menguji efektivitas ragi (5 gram) dan GA3 (25 ppm) dalam empat rentang waktu perendaman: sesaat, 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Implementasi teknologi biokreaking terbukti menghasilkan dampak perbaikan mutu fisiologis benih yang signifikan dan terukur. Optimalisasi tingkat viabilitas tertinggi diraih pada durasi perendaman sesaat. Intervensi menggunakan ragi tempe durasi sesaat mencatatkan performa puncak dengan pencapaian Daya Berkecambah (DB) sebesar 71,0% dan Potensi Tumbuh Maksimum (PTM) mencapai 75,5%. Capaian operasional ini secara nyata melampaui efektivitas agen GA3 (DB 67,0%, PTM 73,5%) serta perlakuan kontrol (DB 53,5%, PTM 70,5%). Sebaliknya, penambahan durasi perendaman berdampak regresif terhadap kelangsungan hidup benih akibat terjadinya imbibitional injury. Bio-skarifikasi menggunakan ragi tempe dengan perendaman sesaat merupakan teknologi pematahan dormansi yang paling berdaya guna, stabil, dan aman untuk diaplikasikan secara komersial dalam industri perbenihan.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorAdnan, RosyadiNIDN0015079502
Uncontrolled Keywords: GA³, Ragi Tempe, Benih Semangka
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 152 - Hortikultura
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 155 - Perkebunan
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 156 - Pemuliaan Tanaman
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 168 - Bioteknologi Pertanian dan Perkebunan
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Teknik Produksi Benih > PKL
Depositing User: Reza Aris Hidayatullah
Date Deposited: 07 Jul 2026 01:23
Last Modified: 07 Jul 2026 01:24
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/57431

Actions (login required)

View Item View Item