Septiadi, Sefvira Dwi (2026) Analisis Faktor Penyebab Ketidakakuratan Kode Diagnosis Diabetes Melitus(E11.0-E11.9) Pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Patrang Kabupaten Jember. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (336kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (559kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (537kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Pada Puskesmas Patrang ditemukan ketidakakuratan kode diabetes melitus (E11.0-E11.9) pada rekam medis pasien rawat jalan sebanyak 19 kasus (63%) dari 30 sampel, kodefikasi diagnosis seharusnya mencapai ketepatan 100%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab ketidakakuratan kode diagnosis diabetes melitus (E11.0-E11.9) pada pasien rawat jalan di Puskesmas Patrang Kabupaten Jember. Jenis penelitian adalah kualitatif menggunakan teori kinerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes tulis. Hasil penelitian menunjukan pada faktor individu, yaitu petugas belum sepenuhnya melaksanakan proses kodefikasi sesuai dengan langkahlangkah pengkodean ICD-10, belum optimal dalam menentukan kode dasar diabetes melitus tipe 2, belum memahami konsep kode kombinasi dagger dan asterisk secara menyeluruh, kualifikasi pendidikan petugas yang belum memenuhi standar, serta penggunaan internet; faktor psikologis, yaitu petugas belum sepenuhnya mematuhi prosedur pengecekan kode melalui ICD-10 sebagai standar dan masih memandang penelusuran kode melalui volume 1 dan volume 3 sebagai sesuatu yang kurang praktis serta belum adanya pelatihan khusus kodefikasi; faktor organisasi, yaitu ketidaklengkapan ICD-10, job description yang belum spesifik, dan belum tersedianya SPO penetapan kode diagnosis. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab ketidakakuratan kode diagnosis diabetes melitus (E11.0–E11.9) terdiri atas faktor individu (kemampuan, keterampilan, pendidikan, dan pengalaman), faktor psikologis (sikap dan pembelajaran), serta faktor organisasi (sumber daya, job description, dan SPO).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | inaccuracy of diagnosis codes, medical records, community health center | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Sefvira Dwi Septiadi | ||||||
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 08:31 | ||||||
| Last Modified: | 06 Jul 2026 08:31 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/57395 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
