Syafiq, Muhammad Hasan (2026) Pemupukan NPK Pada TBM Kelapa Sawit Lahan Rendahan Divisi E PT Perkebunan Musirawas Citraharpindo Kalimantan Tengah. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringakasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (80kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (18kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (196kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN MAGANG_SIPORA.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
PT. Perkebunan Musirawas Citraharpindo (Musirawas Group) merupakan Perusahaan Besar Swasta Nasional (PBSN) yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Perusahaan mengelola kegiatan penanaman, perawatan, pemanenan, serta pengolahan kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan kernel dengan dukungan tenaga profesional di bidang agronomi, pengolahan, lingkungan, dan administrasi. Struktur operasionalnya terdiri atas area kebun yang terbagi dalam 13 divisi di tiga wilayah (Sei Nahyang, Sei Putih, dan Sei Ringgit) di bawah koordinasi General Manager, serta dua pabrik kelapa sawit (PKS 1 dan PKS 2) yang dipimpin Manager Pabrik dengan didukung berbagai divisi teknis dan administrasi. Selain berfokus pada pengembangan usaha, perusahaan juga menyediakan berbagai fasilitas bagi karyawan, seperti perumahan, sarana ibadah, olahraga, pendidikan, dan kesehatan, serta menjaga hubungan yang baik dengan karyawan dan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Kelapa sawit memerlukan unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan magnesium (Mg) yang diberikan melalui pupuk NPK untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Unsur-unsur tersebut diserap melalui akar dalam bentuk ion terlarut, sehingga efektivitas penyerapannya dipengaruhi oleh kondisi tanah, ketersediaan air, dan aerasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa lahan rendahan yang tergenang menghambat penyerapan unsur hara dan menurunkan efisiensi pemupukan. Meninggikan area piringan melalui konsolidasi membantu memperbaiki drainase, meningkatkan aerasi tanah, serta mengoptimalkan penyerapan hara. Oleh karena itu, pemupukan NPK sebaiknya dilakukan setelah genangan surut agar pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit lebih optimal.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pupuk NPK, Kelapa Sawit, Lahan Rendahan | ||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 151 - Ilmu Tanah 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Muhammad Hasan Syafiq | ||||||
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 04:16 | ||||||
| Last Modified: | 07 Jul 2026 00:49 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/57294 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
