Analisis Vegetasi Gulma dan Manajemen Perawatan Rendahan Secara Kimia pada Tanaman Kelapa Sawit di Koperasi Citra Hanau PT. Perkebunan Musirawas Citraharpindo

Addin, Ghassani Syarafina (2026) Analisis Vegetasi Gulma dan Manajemen Perawatan Rendahan Secara Kimia pada Tanaman Kelapa Sawit di Koperasi Citra Hanau PT. Perkebunan Musirawas Citraharpindo. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
ringkasan magang.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (136kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
bab 1 laporan magang.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (168kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka laporan magang.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (98kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
laporan MAGANG SIPORA FIX TER UPDATE.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Magang dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah wawasan, baik secara teoritis maupun teknis, serta meningkatkan pengalaman lapang dan keterampilan kerja dalam bidang pengawasan dan administrasi kegiatan perkebunan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membandingkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik budidaya kelapa sawit secara langsung di lapangan. Selain itu, magang bertujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam pelaksanaan perawatan rendahan gulma secara kimia pada tanaman kelapa sawit. Pelaksanaan magang bertempat di Koperasi Citra Hanau PT. Perkebunan Musirawas Citraharpindo, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan praktik kerja lapang berlangsung selama empat bulan, terhitung mulai 02 Februari 2026 hingga 29 Mei 2026. Kegiatan magang dilaksanakan dengan terjun langsung di lapangan di mulai dengan interaksi dengan Karyawan Harian Lepas (KHL), pendamping mandor, kerani, hingga pendamping Asisten. Aktivitas yang dilakukan meliputi berbagai pekerjaan terkait perawatan rendahan gulma pada perkebunan kelapa sawit beserta sistem manajemen yang diterapkan di perusahaan. Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan utama di Indonesia sehingga perkembangan perkebunan kelapa sawit tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas kelapa sawit dapat dilakukan melalui penerapan manajemen pengendalian gulma yang efektif dan terarah. Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang keberadaannya tidak diharapkan pada areal perkebunan karena dapat menimbulkan persaingan dengan tanaman utama serta menghambat kelancaran kegiatan operasional kebun. Keberadaan gulma di area rendahan dapat menyulitkan proses panen, pengutipan brondolan, serta menurunkan efektivitas pemupukan sehingga berdampak pada produktivitas tenaga kerja. Berdasarkan hasil pengamatan, gulma yang ditemukan pada lokasi penelitian terdiri atas gulma berdaun lebar dan gulma berdaun sempit. Jenis gulma yang dominan meliputi ara sungsang (Asystasia intrusa), kelakai (Stenochlaena palustris), babadotan (Ageratum conyzoides), ilalang (Imperata cylindrica), rumput gegunjuran (Paspalum commersonii), rumput pakan, rumput gajah mini (Axonopus compressus), pare-parean (Momordica charantia), dan sembung rambat (Mikania micrantha). Setiap jenis gulma menunjukkan tingkat kepekaan yang berbeda terhadap aplikasi herbisida. Secara umum, setelah penyemprotan herbisida muncul gejala awal berupa kelayuan pada gulma lunak dan bercak gosong pada pakis kelakai, kemudian diikuti pengeringan jaringan daun beberapa hari setelah aplikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa herbisida bekerja dengan cepat pada jaringan hijau, terutama pada gulma berdaun lunak, sedangkan respons gulma pakis cenderung lebih lambat dan tidak selalu langsung menyebabkan kematian total tanaman. Gejala nekrosis dan pengeringan jaringan tersebut sesuai dengan karakteristik kerja herbisida kontak berbahan aktif paraquat yang merusak membran sel serta jaringan fotosintetik tanaman secara cepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi herbisida Gramaxone maupun campurannya dengan metsulfuron metil efektif menekan gulma pada fase awal, terutama gulma berdaun lunak. Campuran Gramaxone dan metsulfuron metil dosis 75 ml merupakan perlakuan paling efektif karena mampu menghambat pertumbuhan gulma baru lebih baik dibanding perlakuan lainnya. Oleh karena itu, pengendalian gulma di perkebunan kelapa sawit sebaiknya dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan jenis gulma, dosis herbisida, dan potensi regenerasi gulma agar pengendalian lebih optimal dan berkelanjutan.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorSalim, AbdurahmanNIDN0003129202
Uncontrolled Keywords: Kelapa Sawit,Gulma, Perawatan
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 155 - Perkebunan
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 156 - Pemuliaan Tanaman
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan > PKL
Depositing User: Ghassani Syarafina Addin
Date Deposited: 01 Jul 2026 04:00
Last Modified: 01 Jul 2026 04:01
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/57115

Actions (login required)

View Item View Item