Maulana, Farel Bisma (2026) Analisa Penyebab Tingginya Kadar Kotoran Pada Produksi Tanaman Kelapa Sawit Divisi Queen PT Perkebunan Musirawas Citraharpindo. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (99kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (168kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (90kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Kegiatan magang dilaksanakan di PT Perkebunan Musirawas Citraharpindo, Divisi Queen, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, selama periode 2 Februari sampai 31 Mei 2026. Tujuan magang adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara langsung serta menganalisis penyebab tingginya kadar kotoran pada produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Selama kegiatan magang, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas operasional perkebunan mulai dari pembibitan, perawatan tanaman menghasilkan, pemupukan, pengendalian gulma dan hama penyakit, panen, muat angkut buah, hingga proses pengolahan kelapa sawit di pabrik. Selain memahami aspek teknis budidaya, mahasiswa juga mempelajari sistem organisasi perusahaan, manajemen tenaga kerja, dan pengawasan operasional di lapangan. Fokus kajian magang adalah analisis kadar kotoran pada hasil panen kelapa sawit. Kadar kotoran merupakan salah satu indikator mutu TBS yang berpengaruh terhadap kualitas Crude Palm Oil (CPO), rendemen minyak, dan efisiensi proses pengolahan di pabrik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingginya kadar kotoran dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kurang optimalnya kebersihan piringan dan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH), ketelitian pemanen dalam pengutipan brondolan, kondisi lingkungan saat panen, serta lemahnya pengawasan terhadap penerapan standar operasional prosedur (SOP). Hasil kalibrasi kadar kotoran menunjukkan bahwa areal yang terawat dan dilakukan pengayakan menghasilkan kadar kotoran lebih rendah dibandingkan areal yang kurang terawat dan tanpa pengayakan. Oleh karena itu, peningkatan kebersihan areal panen, pengawasan kerja, dan penerapan teknik panen yang sesuai SOP menjadi langkah penting dalam menekan kadar kotoran serta meningkatkan mutu produksi kelapa sawit.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kelapa Sawit, Kadar Kotoran, Produksi Tanaman | ||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 155 - Perkebunan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Farel Bisma Maulana | ||||||
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 07:39 | ||||||
| Last Modified: | 29 Jun 2026 07:40 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/57036 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
