Salsabil, Phynasti Monica (2026) Aplikasi Metode Triplet Pada Proses Polinasi Dalam Pembentukan Jagung Hibrida Di Bayer JUARA. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (115kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (178kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (133kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas serealia yang memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional karena dimanfaatkan sebagai sumber pangan hingga bahan baku industri. Permintaan jagung yang terus meningkat mendorong perlunya peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas unggul, khususnya hibrida. Jagung hibrida dikembangkan berdasarkan konsep heterosis (hybrid vigor), yaitu keunggulan keturunan hasil persilangan dua galur inbrida yang berbeda. Keberhasilan pembentukan benih hibrida ditentukan oleh proses polinasi, yaitu menempelnya polen dari tassel pada silk yang reseptif sehingga terjadi pembuahan dan pembentukan biji. Dalam produksi benih jagung hibrida, salah satu metode yang digunakan adalah metode triplet dengan rasio satu tanaman jantan diantara dua tanaman betina (1:2), sehingga satu sumber polen dapat dimanfaatkan untuk menyerbuki silk pada dua tanaman betina. Sebagai perusahaan multinasional di bidang pertanian, PT. Bayer Indonesia mendirikan anak perusahaan Bayer JUARA (Juwiring Agriculture Research and Academy) di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sebagai pusat riset dan pengembangan pertanian terbesar di Asia Tenggara. Kegiatan magang dilaksanakan di Bayer JUARA dan lahan trial HMU (Hybrid Make Up) di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang mencakup seluruh tahapan produksi benih jagung hibrida, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian OPT, observasi, digitalisasi pertanian, penyungkupan bunga jantan dan betina, polinasi, panen, dan pasca panen. Salah satu kegiatan utama yang dipelajari adalah polinasi buatan sesuai dengan SOP perusahaan, yaitu penyerbukan manual dengan metode triplet untuk memastikan silk hanya menerima polen dari tetua jantan sesuai dengan rasio yang telah ditetapkan, sehingga kemurnian genetik dan kualitas benih jagung hibrida dapat terjaga.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Polinasi ; Jagung hibrida | ||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 156 - Pemuliaan Tanaman |
||||||
| Divisions: | Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Teknik Produksi Tanaman Pangan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Phynasti Monica Salsabil | ||||||
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 01:57 | ||||||
| Last Modified: | 24 Jun 2026 01:58 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/56810 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
