Pengolahan Pasca Panen Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) dengan Metode Honey Process di CV Frinsa Agrolestari

Bachtiar, Farhan (2025) Pengolahan Pasca Panen Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) dengan Metode Honey Process di CV Frinsa Agrolestari. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (35kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (106kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (92kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pelaksanaan magang dimulai tanggal 1 Juli 2024 hingga 1 November 2024. Magang dilaksanakan di CV. Frinsa Agrolestari merupakan perusahaan kopi yang bergerak dalam bidang pengolahan specialty coffee dan beragam jenis kopi nusantara dengan kualitas yang tinggi. Perusahaan ini mempunyai pasokan kopi dari kebun sendiri dan juga mitra, kopi yang diolah terbagi menjadi dua yaitu, specialty coffee dan collective (dari beberapa mitra). Kopi specialty terbagi menjadi dua yaitu, single varietas dan single estate, keduanya merupakan produk kopi yang dihasilkan dari tanaman yang ditanam langsung dikebun sendiri milik CV Frinsa Agrolestari. Frinsa collective merupakan kopi yang didapat dari perkebunan yang ditanam oleh mitra yang bekerjasama dengan CV Frinsa Agrolestari. Buah kopi yang didapat dari kebun sendiri maupun mitra diolah dan diproses dengan metode pengolahan kopi full wash, natural, honey, dan wet hull. CV Frinsa Agrolestari metode pengolahan honey process ada 3 macam diantaranya honey rh, honey lactic, dan honey sacharic. 1. Honey Lactic Honey lactic merupakan proses honey original tanpa diberi ragi hanya difermentasi dengan air ragi (ciragi) didalam karung selama 2-3 hari yang kemudian dilakukan penjemuran langsung dibawah sinar matahari. Proses penjemuran honey lactic ini membutuhkan waktu selama satu minggu untuk kering. 2. Honey RH Honey RH merupakan metode proses honey yang difermentasi di dalam karung dengan ciragi untuk menambahkan citarasa selama 2-3 hari, lalu dijemur dengan alas terpal dibawah sinar matahari langsung. Kemudian 1 kg ragi tempe untuk 1 ton kopi kurang lebih untuk 3 terpal. Lalu dicampurkan diaduk hingga merata pada biji kopi dan ditutup rapat diselimuti terpal satu hari satu malam. Setelah itu biji kopi akan kering dalam waktu 6-8 hari. 3. Honey Sacharic Metode honey sacharic ini memiliki kesamaan dengan metode proses honey rh yaitu dengan ditambahkan ragi tape saat dilakukan penjemuran diterpal dan diaduk hingga merata, lalu difermentasi ditutup di dalam terpal selama 1 hari 1 malam. Kemudian keesokan harinya dibuka dan dibutuhkan waktu pengeringan selama kurang lebih 6-8 hari. Berdasarkan data hasil tabel 4.2 hasil rendemen dannkadar air diatas bahwa proses honey rh dengan kadar air 11% dan rendemen 16,82%, lalu honey lactic dengan kadar air 9,8% dan rendemen 15,98%, kemudian honey saccharic dengan kadar air 11% dan rendemen 16,57%. Kadar air pada proses honey rh dan honey saccharic lebih tinggi dibandingkan honey lactic yang rendah disebabkan karena honey rh dan honey saccharic ini dalam fermentasinya menggunakan ragi tape dan ragi tempe yang memungkinkan dalam proses fermentasi yang ditutup terpal selama satu hari satu malam kadar air menjadi tinggi karena ragi tersebut masuk melalui pori-pori dari green bean berbeda dengan honey lactic yang tanpa menggunakan fermentasi ragi. Tetapi dari proses honey lactic, honey saccharic dan honey rh memenuhi syarat SOP rendemen dari CV Frinsa Agrolestari yaitu dari cherry menjadi asalan 14-17% dinyatakan crosscheck rendemen aman

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRosdiana, EvaNIDN0002048504
Uncontrolled Keywords: CV Frinsa Agrolestari merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan kopi mulai dari hulu hingga hilir. Honey Process adalah salah satu proses metode pengolahan pasca panen kopi yang digunakan oleh perusahaan ini, dengan menggunakan kopi jenis Arabika berkualitas tinggi (specialty coffee) yang akan menciptakan citarasa unik, fruity dan kompleks. Teknik pengolahan dengan menggunakan metode Honey Process ini memiliki ciri khas yang masih mempertahankan lendir menempel di biji kopi berbeda dengan proses natural dan full wash. Perusahaan ini mengolah proses honey ada 3 macam yaitu, honey saccharic (fermentasi ragi tape), honey rh (fermentasi ragi tempe), honey lactic (tanpa ragi). Maka dari itu saya tertarik untuk membahas dan melakukan penelitian ini dengan judul “Pengolahan Pasca Panen Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Dengan Metode Honey Process Di CV Frinsa Agrolestari” sebagai laporan magang kerja industri.
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Pengelolaan Perkebunan Kopi > PKL
Depositing User: Farhan Bachtiar
Date Deposited: 19 May 2026 00:21
Last Modified: 19 May 2026 00:22
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55957

Actions (login required)

View Item View Item