Integrasi Six Sigma DMAIC, FMEA-AHP untuk Pengendalian Kualitas Produk Cerutu ‘Johnny Short Robusto’ Di CV Dwipa Nusantara Tobacco Jember

Azizah, Nur (2026) Integrasi Six Sigma DMAIC, FMEA-AHP untuk Pengendalian Kualitas Produk Cerutu ‘Johnny Short Robusto’ Di CV Dwipa Nusantara Tobacco Jember. Masters thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Abstract)
BENDEL NUR AZIZAH_P61242434-ABSTRACT.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (231kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BENDEL NUR AZIZAH_P61242434- BAB 1.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (298kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
BENDEL NUR AZIZAH_P61242434-DAFUS.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (267kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
BENDEL NUR AZIZAH_P61242434.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

CV. Dwipa Nusantara Tobacco merupakan salah satu industri pengolahan tembakau di Kabupaten Jember yaitu berupa produk cerutu. Dalam praktik operasionalnya, perusahaan menghadapi berbagai permasalahan kualitas yang berdampak langsung terhadap performa produk dan persepsi konsumen. Permasalahan ini berupa produk defect atau produk cacat terutama pada produk jenis Johnny Short Robusto (Short Filler) yang sering sekali dilakukan pembuangan sekitar 8% bahkan hingga 15% dari total produksi bulanan. Dari permasalahan tersebut, maka dilakukan upaya pengendalian dan peningkatan kualitas dengan menggunakan metode six sigma yang dibantu dengan kombinasi antara metode FMEA dan AHP untuk menganalisis serta mengidentifikasi prioritas untuk dilakukan perbaikan dari berbagai faktor penyebab defect yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terukur tingkat sigma yang dimiliki adalah 3,2 yang artinya sudah mampu memenuhi standar rata-rata kualitas di Indonesia. Jenis defect yang paling dominan berdasarkan analisis diagram pareto adalah cerutu keras dan cerutu kopong dengan persentase defect secara berurutan adalah sebesar 49% dan 25%. Hasil perhitungan yang telah dilakukan menggunakan metode FMEA-AHP diperoleh duabelas faktor kegagalan yang paling dominan meliputi faktor manusia, material, metode, dan lingkungan. Maka dari itu, rencana perbaikan yang diusulkan meliputi beberapa perbaikan terhadap faktor material, metode, dan lingkungan.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorWahyono, Nanang DwiNIDN0022085905
Uncontrolled Keywords: Six Sigma, DMAIC, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Analytical Hierarchy Process (AHP), Produksi Cerutu
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 180 - Ilmu Sosiologi Pertanian > 185 - Agribisnis
550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 576 - Manajemen Industri
Divisions: Program Pascasarjana > Prodi S2 Agribisnis > Tugas Akhir
Depositing User: Nur Azizah
Date Deposited: 06 May 2026 07:18
Last Modified: 06 May 2026 07:19
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55832

Actions (login required)

View Item View Item