Sa’dia, Halimatus (2016) Proses Pembekuan Udang Vannamei PDTO (Peeled Deveined Tail On) Raw IQF di Desa Landangan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Abstrak)
12 ABSTRAK.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (173kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
15 bab I PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (230kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
19 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (86kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Udang merupakan salah satu komoditi penting dari sektor perikanan Indonesia yang memiliki peluang usaha cukup baik karena sangat digemari konsumen lokal (domestik) dan konsumen luar negeri. sehingga kontribusinya cukup besar bagi perekonomian bangsa terutama sebagai sumber devisa, pendapatan nelayan/pembudidaya, penyerapan tenaga kerja dan protein bergizi. Oleh karena itu, udang harus ditangani secara baik supaya dapat menghasilkan mutu yang baik. Proses pembekuan udang vannamei PDTO ( Peeled Deveined Tail On) Raw IQF mulai dari penerimaan bahan baku, potong kepala (Deheading), pencucian (Washing), Penentuan size (grading), Preparasi, Perendaman (soaking), pembekuan (Tunel), Penggelasan (glazing),Pengemasan polibag (packing polibag), metal detector, Pengemasan MC (packing master carton), penyimpanan di CS (cold storage) dan ekspor. Salah satu tujuan PT. Panca Mitra Multi Perdana adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya sekecil-kecilnya, sehingga dalam proses produksi menuntut produktivitas yang tinggi dari karyawannya. Produktivitas yang tinggi akan menghasilkan produk dengan mutu baik, dalam waktu lebih singkat, memakai bahan atau biaya yang relatif rendah. Pengolahan udang memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Untuk kondisi tropis yang memiliki suhu udara tinggi, udang yang bagian kepalanya tidak dibuang akan cepat membusuk. Hal ini disebabkan di bagian kepala terdapat insang, isi perut dan otak yang biasanya merupakan sumber bakteri pembusuk dan enzim-enzim pencernaan.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 180 - Ilmu Sosiologi Pertanian > 185 - Agribisnis | ||||||
| Divisions: | Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D3 Manajemen Agribisnis > PKL | ||||||
| Depositing User: | Sri Supriyatiningsih | ||||||
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 01:01 | ||||||
| Last Modified: | 31 Mar 2026 01:01 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55151 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
