Analisis Faktor Risiko Penyebab Asfiksia Neonatorum (P21.1) di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso

Yanuar, Chusnul Balinda Dwi Vony (2026) Analisis Faktor Risiko Penyebab Asfiksia Neonatorum (P21.1) di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (309kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (424kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (301kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Asfiksia neonatorum adalah kegagalan bayi untuk bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, ditandai dengan hipoksia dan hiperkarbia. Data di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso menunjukkan asfiksia neonatorum secara konsisten menempati peringkat pertama dalam sepuluh besar penyakit selama tiga tahun berturut-turut pada 2020–2023. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik menggunakan desain case control perbandingan 1:1. Jumlah sampel sebanyak 140 bayi neonatal dan rekam medis ibu yang dipilih melalui teknik systematic random sampling. Analisis data meliputi analisis univariat (distribusi frekuensi dan persentase) serta analisis bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian asfiksia neonatorum dengan hipertensi dalam kehamilan (p-value 0,000; OR = 3,974), anemia (p-value 0,000; OR = 6,238), riwayat kematian bayi sebelumnya (p-value 0,000; OR = 8,883), penggunaan anestesi (p-value 0,000; OR = 79,615), partus lama (p-value 0,002; OR = 2,541), mekonium dalam ketuban (p-value 0,002; OR = 3,931), induksi oksitosin (p-value 0,001; OR = 4,621), prematuritas (p-value 0,002; OR = 3,931), dan BBLR (p-value 0,034; OR = 4,281). Sebaliknya, primipara, KPD, dan malpresentasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, perdarahan antepartum tidak dapat dianalisis. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor risiko asfiksia neonatorum meliputi hipertensi kehamilan, anemia, riwayat kematian bayi, penggunaan anestesi, partus lama, mekonium dalam ketuban, induksi oksitosin, prematuritas, dan BBLR. Disarankan peningkatan deteksi dini serta pemantauan kehamilan dan persalinan pada ibu dengan faktor risiko, serta pengembangan penelitian selanjutnya dengan variabel dan cakupan sampel yang lebih luas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPutra, Dony Setiawan HendycaNIDN0017128803
Uncontrolled Keywords: Faktor risiko, asfiksia neonatorum, case control
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 370 - Ilmu Keperawatan dan Kebidanan > 372 - Kebidanan
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 370 - Ilmu Keperawatan dan Kebidanan > 382 - Reproduksi (Biologi dan Kesehatan)
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 355 - Epidemiologi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > Tugas Akhir
Depositing User: Chusnul Balinda Dwi Vony Yanuar
Date Deposited: 30 Mar 2026 02:37
Last Modified: 30 Mar 2026 02:38
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55068

Actions (login required)

View Item View Item