Survei Pengaruh beberapa Ketinggian Lahan Pertanaman Kopi Arabika terhadap Distribusi dan Populasi Hama Penggerek Buah Kopi PBKo (Hypothenemus Hampei Ferr.) di Kabupaten Bondowoso

Muhammad Nur, Ferril and Wardati, Irma and Salim, Abdurrahaman and Rahmawati, Rahmawati and Rizky Fadilah, Anggita and Fatmawaty Sabiku, Dewi and Puspa Arisandi, Dewi (2025) Survei Pengaruh beberapa Ketinggian Lahan Pertanaman Kopi Arabika terhadap Distribusi dan Populasi Hama Penggerek Buah Kopi PBKo (Hypothenemus Hampei Ferr.) di Kabupaten Bondowoso. Berkala Ilmiah Pertanian, 8 (4). pp. 223-230. ISSN 2338-8331

[img] Text
Ferril Muhammad Nur_Survei Pengaruh Ketinggian.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 14 April 2026.

Download (472kB)
Official URL: https://bip.jurnal.unej.ac.id

Abstract

Tanaman kopi arabika (Coffea arabica) merupakan tanaman perkebunan yang hidup pada dataran tinggi. Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) yang selanjutnya disebut PBKo merupakan hama utama pada tanaman kopi, yang dapat menurunkan produktifitas tanaman kopi sebesar 30-60%. Perkembangan populasi PBKo di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu ketinggian lahan, suhu dan kelembapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tiga ketinggian tempat berbeda terhadap populasi dan intensitas serangan hama PBKo. Tiga ketinggian yang digunakan dalam penelitian ini adalah A = 800-850 mdpl (Desa Sukorejo), B = 1000-1050 mdpl (Desa Rejoagung) dan C = 1250-1300 mdpl (Desa Sempol) Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilakukan dengan metode survei (non probability), sehingga dalam pengambilan sampel tidak dilakukan pengacakan dan bersifat subjektif karena faktor yang ingin diteliti merupakan faktor tunggal berupa ketinggian tempat. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu survei distribusi dan pegamatan unit sampel dilakukan menggunakan metode mutlak (dilihat dari intensitas kerusakan) dengan mengamati lima pohon sampel tanaman kopi seluas 1 Ha. Survei populasi dilakukan menggunakan metode nisbi (perangkap atraktan), survei dilakukan menggunakan satu perangkap untuk luas lahan 1 Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi PBKo pada ketinggian 800-850 mdpl sebesar 67,84 (mengelompok) dan populasi rata-rata sebesar 94,8 individu. Ketinggian 1000-1050 mdpl memiliki hasil distribusi 0,5 (seragam) dan populasi sebesar 13,1 individu. Ketinggian 1250-1300 mdpl memiliki hasil terendah dengan distribusi sebesar 0,75 (seragam) dan populasi sebesar 1,6 individu. Rendahnya distribusi dan populasi PBKo di ketinggian 1250-1300 mdpl dipengaruhi oleh suhu yang rendah dan kelembapan udara yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan kopi arabika yang ditanam pada ketinggian diatas 1000 mdpl memiliki distribusi PBKo seragam dan populasi PBKo rendah, sehingga disarankan untuk menanam kopi arabika pada ketinggian lahan diatas 1000 mdpl. Kata Kunci: Distribusi, Hypothenemus hampei, ketinggian lahan, populasi.

Item Type: Article
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
AuthorMuhammad Nur, Ferril2456775676130202
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 153 - Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan > Publikasi
Depositing User: Ferril Muhammad Nur
Date Deposited: 13 Mar 2026 21:22
Last Modified: 13 Mar 2026 21:22
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55022

Actions (login required)

View Item View Item