Determinan Kejadian Respiratory Distress Syndrome pada Neonatus (P22.0) di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso

Khaza, Sherin Laila (2025) Determinan Kejadian Respiratory Distress Syndrome pada Neonatus (P22.0) di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (8kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (96kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (159kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
G41211426_Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Respiratory Distress Syndrome (RDS) adalah gangguan pernapasan pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh defisiensi surfaktan. Penyakit ini juga dikenal dengan nama Hyaline Membrane Disease (HMD). Kasus RDS di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso menempati peringkat 1 dari 10 besar diagnosis rawat inap tahun 2022 – 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia gestasi, berat badan lahir, jenis kelamin, diabetes gestasional, hipertensi ibu, cara persalinan, ketuban pecah dini, kehamilan kembar, dan usia maternal dengan kejadian RDS pada neonatus. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain case-control menggunakan rekam medis pasien sebanyak 95 kasus dan 95 kontrol yang diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis univariat menunjukkan bahwa bayi lahir preterm (14,7%), berjenis kelamin laki-laki (52,6%), dan mengalami BBLR (10,5%). Faktor ibu hipertensi (17,9%), persalinan SC dan bantuan alat (61,1%), ketuban pecah dini (27,4%), kehamilan kembar (3,2%), dan berusia < 20 atau > 35 tahun (15,8%). Tidak ditemukan ibu dengan diabetes gestasional. Analisis bivariat menunjukkan RDS pada neonatus memiliki hubungan dengan usia gestasi (p=0,001), berat badan lahir (p=0,009), dan ketuban pecah dini (p=0,034). Sedangkan jenis kelamin (p=0,309), hipertensi ibu (p=0,570), cara persalinan (p=0,882), kehamilan kembar (p=0,211), dan usia maternal (p=0,320) tidak memiliki hubungan dengan kejadian RDS pada neonatus. Kesimpulan penelitian ini adalah RDS pada neonatus memiliki hubungan dengan usia gestasi preterm, berat badan lahir rendah, dan ketuban pecah dini. Pemberian edukasi melalui pamflet dan media sosial dalam mencegah kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan ketuban pecah dini.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorNuraini, NovitaNIDN0007118403
Uncontrolled Keywords: berat badan lahir, neonatus, prematuritas, RDS
Subjects: 260 - Rumpun Ilmu Kedokteran > 270 - Ilmu Kedokteran Spesialis > 277 - Penyakit Anak
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 370 - Ilmu Keperawatan dan Kebidanan > 373 - Administrasi Rumah Sakit
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 355 - Epidemiologi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > Tugas Akhir
Depositing User: Sherin Laila Khaza
Date Deposited: 29 Jan 2026 01:21
Last Modified: 29 Jan 2026 01:21
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52510

Actions (login required)

View Item View Item