Analisis Ketidaktepatan Kode Diagnosis Bronchitis Acute pada Anak <15 Tahun dalam Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan di RS Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya

Laila, Siti Nur (2024) Analisis Ketidaktepatan Kode Diagnosis Bronchitis Acute pada Anak <15 Tahun dalam Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan di RS Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan_Revisi.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (126kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan_Revisi.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (158kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka_Revisi.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (129kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap_Revisi.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Ketidaktepatan dalam menentukan kode diagnosis akan berpengaruh tehadap mutu pelayanan di rumah sakit meliputi kualitas data dan informasi yang dihasilkan dalam menunjang kegiatan pelaporan.Berdasarkan observasi yang dilakukan di RS PHC Surabaya Provinsi Jawa Timur ditemukan permasalahan bahwa terdapat ketidaktepatan pengkodean khususnya untuk diagnosis bronchitis acute pada pasien <15 tahun pada rekam medis elektronik rawat jalan. Pada tahun 2024 bulan September tercatat kasus bronchitis acute berada di peringkat 10 dalam 10 besar penyakit di rawat jalan sebanyak 183 kasus. Hasil analisis dan persentase ketidaktepatan kode coder dalam pemberian kode diagnosis bronchitis acute terhadap data morbiditas bulan juli – September pada 432 rekam medis elektronik pasien rawat jalan yaitu sebesar 38% ( 119 dari 432 berkas rekam medis elektronik).Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ketidaktepatan kodevii diagnosis bronchitis acute serta mencari faktor penyebab yang mempengaruhi ketidaktepatan kode diagnosis bronchitis acute pada rekam medis elektronik pasien rawat jalan berdasarkan 3 faktor utama yaitu faktor Pemudah (presdisposing factor), faktor pendukung (enabling factor), dan faktor penguat (reinforcing factor). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu predisposing factors meliputi pengetahuan, sikap, pendidikan , pelatihan dan masa kerja petugas coding rawat jalan terkait dalam penentuan kode diagnosis bronchitis acute berdasarkan usia. Petugas coder menetapkan kode berdasarkan diagnosa yang tidak spesifik pada ICD-10 (unspecified). Enabling factors yaitu ketersediaan sarana komputer yang masih belum memenuhi kebutuhan disertai tejadinya error dan kinerja processor lambat, serta pengisian catatan SOAP pada rekam medis pasien masih kurang optimal. Reinforcing factors yaitu SPO pengkodingan menggunakan ERM yang belum diperbarui untuk mencerminkan bahwa di RS PHC Surabaya pada unit rekam medis sudah 100% menggunakan ERM serta kurangnya monitoring dan evaluasi terhadap cara kerja dan hasil kinerja petugas coder.Saran yang dapat dijadikan sebagai masukan kepada pihak terkait meliputi sosialisasi dan pelatihan rutin kepada petugas coder terkait tata cara mengkode dengan panduan ICD-10 yang telah ditetapkan oleh WHO khususnya kasus bronchitis, mengadakan sosialisasi ulang terkait SPO yang mencerminkan peralihan dari sistem manual ke sistem rekam medis elektronik.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorNuraini, NovitaNIDN0007118403
Uncontrolled Keywords: Ketidaktepatan kode diagnosis, Bronchitis Acute, dan Rekam medis elektronik rawat jalan.
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Siti Nur Laila
Date Deposited: 07 Apr 2026 05:28
Last Modified: 07 Apr 2026 05:29
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52142

Actions (login required)

View Item View Item