Pengendalian Penyakit Bercak Daun Pada Kacang Tunggak (Vigna unguiculata) Menggunakan Agens Hayati Metarhizium anisopliae Secara In vitro dan In vivo

Nafisah, Nada Safrina (2025) Pengendalian Penyakit Bercak Daun Pada Kacang Tunggak (Vigna unguiculata) Menggunakan Agens Hayati Metarhizium anisopliae Secara In vitro dan In vivo. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (261kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (282kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (307kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur C. canescens merupakan salah satu penyakit yang mengakibatkan rendahnya produktivitas tanaman kacang tunggak di Indonesia. Salah satu pengendalian yang aman dan ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan agens hayati M. anisopliae. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan dan pengaruh agens hayati M. anisopliae dalam menekan patogen C. canescens pada tanaman kacang tunggak secara in vitro dan in vivo. Pada uji in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 taraf perlakuan dan 6 kali ulangan konsentrasi (106, 107 konidia/ml dan kontrol), sedangkan pada uji in vivo menggunakan perbandingan antara 2 lahan yaitu menggunakan fungisida mankozeb dan agens hayati M. anisopliae. Berdasarkan hasil penelitian in vitro menunjukkan bahwa perlakuan M. anisopliae 107 konidia/ml dapat menekan pertumbuhan dari C. canescens sebesar 17,19%. Pada hasil penelitian in vivo menunjukkan bahwa kejadian penyakit pada perlakuan mankozeb dan M. anisopliae rata-rata sebesar 55% dan 50%, sedangkan intensitas serangan 49 HST pada perlakuan M. anisopliae menunjukkan adanya perbedaan sebesar 0,89% lebih rendah dibandingkan perlakuan mankozeb sebesar 2,34%. Tinggi tanaman dan jumlah cabang produktif perlakuan mankozeb sebesar 92,15 cm dan 7,70 cabang, sedangkan perlakuan M. anisopliae sebesar 76,85 cm dan 5,25 cabang yang menunjukkan perbedaan signifikan. Jumlah polong dan berat segar polong perlakuan mankozeb sebesar 2,65 buah dan 10,19 gram, sedangkan perlakuan M. anisopliae sebesar 3,03 buah dan 9,93 gram yang tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. anisopliae berpotensi menekan pertumbuhan dari C. canescens meskipun tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada pertumbuhan dan produksi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorAlif, TrisnaniNIDN0716109301
Uncontrolled Keywords: C. canescens, kacang tunggak, M. anisopliae
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 153 - Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Teknik Produksi Tanaman Pangan > Tugas Akhir
Depositing User: Nada Safrina Nafisah
Date Deposited: 23 Jan 2026 01:54
Last Modified: 23 Jan 2026 01:56
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52141

Actions (login required)

View Item View Item