Aisyah Arimbi, Adine (2025) Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bonggol Pisang Dan Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao L.). Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (217kB) |
|
|
Text (PENDAHULUANN)
PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (241kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (186kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
LAporan Lengkap TA.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Produktivitas kakao yang rendah (426 kg/ha/tahun, 2022) mendorong penggunaan sambung pucuk untuk perbanyakan klon unggul, namun kendala sambung pucuk umumnya adalah pertumbuhan tunas yang lambat. Bonggol pisang dari tanaman penaung dimanfaatkan sebagai ZPT alami karena mengandung auksin, sitokinin, dan giberelin yang dapat mempercepat pertautan sambungan dan inisiasi tunas. Penelitian bertujuan menentukan konsentrasi ekstrak bonggol pisang dan lama perendaman entres yang efektif. Penelitian dilaksanakan Mei-September 2025 di Kebun Percobaan PUSLITKOKA, Jember, menggunakan RAK faktorial: konsentrasi ekstrak (B0=0%, B1=50%, B2=75%, B3=100%) dan lama perendaman (W1=60 menit, W2=90 menit, W3=120 menit) dengan 6 ulangan (72 unit). Data dianalisis dengan ANOVA dan DMRT taraf 5–1%. Perlakuan 100% ekstrak bonggol pisang (B3) memberikan hasil terbaik dan berbeda nyata pada panjang tunas (15,92 mm), tinggi tanaman (20,64 mm), panjang cabang (52,88 mm), lebar daun (13,85 mm), jumlah daun (11,56 helai), diameter batang (8,23 mm), dan persentase hidup (77,78%). Perlakuan lama perendaman 120 menit (W3) menghasilkan panjang tunas tertinggi (12,83 mm), tinggi tanaman (14,88 mm), jumlah daun (10,67 helai), dan diameter batang (6,17 mm), sedangkan 60 menit (W1) menghasilkan lebar daun terbesar (13,01 mm). Kombinasi B3W3 merupakan perlakuan terbaik dengan panjang tunas (17,32 mm), lebar daun (16,32 mm), dan diameter batang (9,82 mm).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sambung pucuk kakao, Ekstrak bonggol pisang, Lama perendaman entres | ||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 153 - Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 155 - Perkebunan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Teknik Produksi Benih > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Adine Aisyah Arimbi | ||||||
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 03:44 | ||||||
| Last Modified: | 23 Jan 2026 03:46 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
