Sidiq, Umar Fajar (2016) Perbanyakan Vegetatif Sambung Pucuk Metode Sambung Baji (Wedge Grafting) Pada Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.). Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Abstrak)
7. ABSTRAK.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (10kB) |
|
|
Text (Bab 1)
13. BAB 1.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (79kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (7kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Perbanyakan tanaman secara vegetatif akan menghasilkan populasi tanaman yang homogen dalam sifat-sifat genetiknya. Di dalam populasi tersebut terdapat kemampuan tumbuh (viabilitas), kekuatan tumbuh (Vigor), ketahanan terhadap hama dan penyakit. Semuanya itu bisa meningkatkan hasil, baik secara kualitas maupun kuantitas dan dapat menekan biaya oprasional pengelolaan kebun. Pengertian sambung pucuk adalah penyatuan pucuk (sebagai calon batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang mampu saling menyesuaikan diri secara kompleks. Ada beberapa cara penyambungan yang dapat dilakukan antara lain sambung baji (wedge grafting). Kegiatan tugas akhir ini bertujuan: berlatih sambung pucuk (grafting) pada bibit kakao agar menjadi trampil sesuai standardisasi kompetensi kebun. Manfaat yang ingin dicapai dalam tugas akhir ini agar kegiatan dapat di jadikan sebagai salah satu acuan banyaknya bahan tanam yang perlu disediakan saat uji keterampilan dalam bidang sambung pucuk (grafting). Kegiatan sambung pucuk pada bibit kakao dilaksanakan sebanyak 100 bibit. Grafting di laksanakan 10 kali periode dengan setiap periode dilaksankkan penyambungan 10 bibit setiap harinya. Kegiatan sambung pucuk (grafting) dihentikan jika durasi waktu pelaksannan sambung pucuk per periode sudah mencapai rerata 2 menit. Keberhasilan sambung pucuk bibit kakao dinilai berdasarkan persentase bibit hidup lebih besar atau sama 80% per periode penyambungan setelah 4 minggu sejak pelaksanaan penyambungan. Persyaratan itu bisa dicapai dalam latihan ini pada periode ke-6. Jadi apabila tujuan pelatihan keterampilan sambung pucuk bibit kakao dilakukan pada seseorang maka perlu disiapkan bibit kakao calon batang bawah sekurang-kurangnya 60 tanaman (polybag).
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D3 Produksi Tanaman Perkebunan > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Usman Efendi | ||||||
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 01:21 | ||||||
| Last Modified: | 21 Jan 2026 01:21 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/51894 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
